Prabowo: Pancasila Jadi Landasan Pembangunan Ekonomi yang Adil dan Sejahtera

waktu baca 2 menit

Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan penghidupan dan penghasilan yang layak. Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila yang menempatkan kesejahteraan rakyat, pemerataan, dan keadilan sosial sebagai tujuan utama.

Dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Senin, Prabowo menyampaikan bahwa konsep ekonomi Pancasila tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

"Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekedar komoditas ekonomi, kekayaan alam adalah amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan juga untuk anak dan cucu kita. Untuk masa depan, untuk generasi-generasi yang akan datang," kata Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, ekonomi yang berlandaskan Pancasila harus mencerminkan nilai religius, kemanusiaan, dan memperkuat persatuan bangsa.

Karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab agar hasilnya dapat dinikmati masyarakat luas.

Ia menilai keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, dukungan kepada petani dan nelayan, hingga perlindungan bagi para pekerja.

"Anak-anak kita, anak-anak, saudara-saudara yang paling lemah, paling miskin, paling tidak berdaya, harus memperoleh gizi yang cukup. Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar. Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil dan harus dibantu dan harus diberdayakan," jelas Prabowo.

"Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan penghidupan dan penghasilan yang layak. Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu," kata Prabowo menambahkan.

Prabowo juga menyoroti masih besarnya keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang mengalir ke luar negeri.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung terlalu lama dan perlu diperbaiki agar kekayaan nasional lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi," tuturnya.

Untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional, pemerintah terus menjalankan sejumlah langkah strategis, seperti kebijakan ekspor satu pintu, program hilirisasi industri, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor.

Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita para pendiri bangsa, yakni menciptakan kemakmuran yang adil dan merata.

Menurutnya, ekonomi Pancasila menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, kuat, dan sejahtera.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka