Mathew Baker Masuk Skuad Timnas Senior, Dapat Bimbingan dari Kevin Diks

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa pemain muda Mathew Baker mendapatkan bimbingan langsung dari Kevin Diks selama bergabung dengan skuad senior.

Baker yang baru berusia 17 tahun itu untuk pertama kalinya dipanggil ke timnas senior Indonesia menjelang laga FIFA Match Day melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Kevin Diks menjadi mentornya pekan ini, sehingga dia bisa belajar dari pemain Bundesliga yang memiliki pengalaman internasional," kata Herdman saat ditemui awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Menurut Herdman, Diks dipilih sebagai mentor karena memiliki posisi yang sama sebagai pemain bertahan, sehingga memudahkan proses pembelajaran langsung di lapangan. Pengalaman Diks bermain di Bundesliga bersama Borussia Mönchengladbach juga dinilai menjadi nilai tambah bagi perkembangan Baker.

Pada musim ini, Diks tampil sebanyak 30 pertandingan dan mencatat lima gol, termasuk ke gawang beberapa klub seperti FC Köln, Heidenheim, Augsburg, Union Berlin, dan Hoffenheim. Kontribusinya membantu Mönchengladbach finis di peringkat 12 Bundesliga dengan 38 poin.

"Bagi Mathew, ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ketika dia melihat intensitas latihan di sini, dia bisa membawa standar itu ke lingkungan tim muda dan menciptakan standar baru di sana," kata Herdman.

Ia juga menilai Baker menunjukkan sikap yang baik dalam latihan meski masih sangat muda dan baru merasakan atmosfer tim senior.

"Tugas pertamanya adalah mencapai standar yang ada di sini. Dia tidak terlihat canggung. Awalnya bagus, sikapnya luar biasa. Namun dia masih muda dan masih memiliki perjalanan yang panjang," ujarnya.

Herdman menjelaskan bahwa pemanggilan Baker ke tim senior merupakan bagian dari strategi percepatan perkembangan pemain muda atau acceleration strategy. Menurutnya, semakin cepat pemain mendapat pengalaman di level internasional, semakin besar peluang mereka berkembang.

Ia mencontohkan sejumlah pemain muda Kanada seperti Jonathan David dan Liam Millar yang berkembang pesat setelah mendapat kesempatan lebih awal di tim nasional.

David yang kini bermain di klub elite Eropa, serta Millar yang sudah menembus level kompetitif tinggi di Inggris, disebut sebagai bukti bahwa pengalaman internasional sejak usia muda bisa mempercepat kemajuan karier pemain.

"Saya pernah menyebut Jonathan David dan Liam Millar di Kanada. Mereka adalah pemain muda akademi yang diberi kesempatan di tim nasional, lalu berkembang hingga bermain di klub-klub besar dan momen-momen besar," kata Herdman.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka