Pekerja Disarankan Luangkan Waktu Untuk Hindari Burnout

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Adhitya S Ramadianto, SpKJ(K) mengingatkan para pekerja agar memberi ruang untuk diri sendiri guna mencegah burnout atau kelelahan akibat tekanan kerja.

“Kalau memang sudah mulai merasa burnout, kehilangan motivasi, bisa dilihat dari lingkup yang paling kecil dari diri sendiri. Mungkin memang kita lagi butuh istirahat, hal-hal yang bisa bikin kita lebih bersemangat, lebih rileks,” kata Adhitya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, burnout ditandai dengan kondisi ketika seseorang merasa sangat lelah terhadap pekerjaannya, bahkan rasa lelah itu sudah tidak lagi sebanding dengan beban kerja yang dijalani. Akibatnya, seseorang cenderung tidak lagi menikmati pekerjaan dan kehilangan rasa puas atas hasil kerja yang dilakukan.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan individu dalam menghadapinya.

Ia menyoroti bahwa lingkungan kerja dengan budaya hustle, yaitu tekanan kerja tinggi secara terus-menerus disertai minimnya apresiasi dan dukungan, dapat meningkatkan risiko burnout pada pekerja.

“Sangat mungkin berhubungan dengan keduanya karena ya kembali lagi, selama kita masih manusia, waktu, energi, dan tenaga kita pasti terbatas. Akan ada batasnya dan sangat manusiawi untuk membutuhkan istirahat,” tutur dia.

Adhitya menekankan pentingnya mengenali kondisi diri sendiri serta mencari dukungan dari orang-orang terdekat sebagai langkah awal untuk mengatasi burnout.

Cara tersebut dapat dilakukan dengan bercerita, berbagi beban pikiran, atau berdiskusi dengan rekan kerja untuk mencari solusi atas tekanan pekerjaan.

Ia juga menyebut bahwa apabila cara-cara tersebut belum cukup membantu, pekerja disarankan untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater.

“Jadi memang mencari bantuan ini ada dua sifatnya, yang emosional tadi biar bisa cerita menumpahkan isi hati, curhat gitu ya, atau kedua untuk memang secara praktikal atau teknikal membantu kita menyelesaikan masalah di pekerjaan,” ujar dia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka