Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memulai perdagangan pada Rabu pagi di zona merah. Mata uang Indonesia tercatat melemah 39 poin atau sekitar 0,22 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.878 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp17.839 per dolar AS.
Pelemahan ini menunjukkan tekanan yang masih membayangi pergerakan rupiah di pasar valuta asing. Meski begitu, arah pergerakan nilai tukar sepanjang hari masih akan dipengaruhi berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global.
Pergerakan rupiah biasanya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi ekonomi global, perkembangan geopolitik, hingga arus modal asing yang masuk dan keluar dari pasar keuangan Indonesia.
Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat serta pergerakan dolar AS yang menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan arah nilai tukar rupiah.
Dengan pembukaan di level Rp17.878 per dolar AS, pasar akan menunggu apakah rupiah mampu kembali menguat pada sesi perdagangan berikutnya atau justru melanjutkan tren pelemahan yang terjadi pada awal perdagangan hari ini.
Baca juga: IHSG Menguat 11,67 Poin ke Posisi 6.207 pada Pembukaan Rabu Pagi
Baca juga: Harga Emas Antam Stabil di Angka Rp2,774 Juta/gr Rabu Pagi Ini
Sumber: ANTARA