Jakarta (KABARIN) - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menilai kerja keras mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, layak mendapat apresiasi meski kini posisinya telah digantikan. Menurut Irma, capaian pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa kepemimpinan Dadan merupakan hasil kerja yang tidak mudah.
Pernyataan tersebut disampaikan Irma menanggapi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengganti pimpinan BGN pada Selasa (3/6) malam. Jabatan Kepala BGN kini diemban oleh Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
"Saya kira apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sudah tepat, Pak Dadan dan tim sudah bekerja hampir dua tahun dan SPPG yang terbangun sudah lebih dari 50 persen, kurang lebihnya saya kira patut kita hargai. Tidak mudah tentu membangun SPPG sebanyak itu dengan segala permasalahannya," kata Irma.
Ia berharap kepemimpinan Nanik dapat melanjutkan berbagai langkah pengawasan yang selama ini dijalankan, termasuk inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar operasional.
"Hal itu perlu terus berlanjut agar target Presiden untuk memberikan makan bergizi pada anak-anak Indonesia dapat dicapai dengan meningkatnya IQ dan imunitas anak," paparnya.
Irma juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas menu makanan yang disajikan. Menurut dia, pemenuhan standar gizi yang baik bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi kunci untuk mencegah lahirnya generasi yang mengalami stunting.
Dengan pengelolaan dan pengawasan yang tepat, DPR berharap program MBG dapat memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN efektif per 2 Juni 2026.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Presiden RI, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
Sumber: ANTARA