Kejagung Geledah Kantor BGN, Akses Tamu Sementara Dibatasi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu. Menyusul kegiatan tersebut, akses masuk ke area kantor untuk sementara dibatasi dan hanya diperbolehkan bagi karyawan BGN.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pengamanan di sekitar kantor diperketat sejak pagi hari. Sejumlah personel keamanan, anggota TNI, dan kepolisian terlihat berjaga di area gedung.

Sementara itu, sebagian besar pegawai yang keluar maupun masuk kantor enggan memberikan keterangan kepada awak media.

Hingga siang hari, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN terkait penggeledahan tersebut. Salah seorang petugas keamanan menyebut beberapa pimpinan BGN sedang berada di Sentul, Bogor, untuk mengikuti kegiatan yang menghadirkan motivator internasional, Tony Robbins.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochamad Jeffry, membenarkan adanya penggeledahan di kantor BGN.

"Benar," kata Jeffry kepada ANTARA di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan oleh penyidik dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Namun, hingga kini Kejagung belum mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai perkara yang menjadi dasar tindakan tersebut.

Penggeledahan ini terjadi sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan BGN. Mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, resmi diberhentikan per 2 Juni 2026.

Pengumuman pergantian tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Posisi Kepala BGN kini dijabat oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka