Jakarta (KABARIN) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama MD Entertainment Foundation memulai gerakan sosial dengan menyalurkan 2.500 pasang sepatu bagi murid terdampak banjir di Aceh.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan kegiatan tersebut dirangkai dengan acara nonton bareng film Children of Heaven yang diikuti siswa dari jenjang SD hingga SMK di Jakarta.
“Acara ini tidak sekadar kegiatan menonton film, tetapi juga menjadi momentum untuk memulai gerakan berbagi sepatu bagi anak-anak di Aceh yang terdampak banjir dan belum memiliki sepatu sekolah yang layak,” ujar Mu’ti di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, program berbagi sepatu merupakan salah satu langkah untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan semangat gotong royong kepada peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial.
“Kita berharap anak-anak Indonesia memiliki kepedulian sosial yang tinggi, cinta kepada sesama, dan semangat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai itulah yang ingin kita tumbuhkan melalui gerakan ini,” katanya.
Sementara itu, perwakilan MD Entertainment Foundation, Sairaa Punjabi, menjelaskan gerakan tersebut sejalan dengan kampanye “Sepasang Sepatu Berjuta Mimpi” yang terinspirasi dari pesan dalam film Children of Heaven mengenai pentingnya sepasang sepatu bagi kehidupan seorang anak.
“Film ini mengingatkan kita bahwa sepasang sepatu dapat memiliki arti yang sangat besar bagi seorang anak. Melalui kampanye ini, kami berharap semakin banyak anak yang dapat terus semangat belajar dan mengejar cita-citanya,” ujar Sairaa.
Program berbagi sepatu ini juga direncanakan akan diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan berbagi sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dalam membangun karakter peserta didik melalui pengalaman nyata.
Sumber: ANTARA