Komisi VII DPR Nilai Pelemahan Rupiah Berpotensi Tingkatkan Kunjungan Wisman

waktu baca 2 menit

Sejumlah data menunjukkan wisatawan dari negara-negara tetangga dan kawasan Asia mengalami tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Sektor pariwisata juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap penerimaan devisa negara

Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menilai pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan mendorong penerimaan devisa dari sektor pariwisata.

"Sejumlah data menunjukkan wisatawan dari negara-negara tetangga dan kawasan Asia mengalami tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Sektor pariwisata juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap penerimaan devisa negara," kata Chusnunia di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pelemahan kurs rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asing, terutama yang menggunakan dolar Amerika Serikat atau mata uang kuat lainnya.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menguntungkan sektor perhotelan dan maskapai penerbangan, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama selama berada di Indonesia.

"Ketika wisatawan asing memiliki daya beli lebih besar akibat kurs yang menguntungkan, pengeluaran mereka untuk akomodasi, kuliner, hiburan hingga produk lokal cenderung meningkat," ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan belanja wisatawan tersebut berpotensi menggerakkan berbagai sektor pendukung seperti restoran, transportasi lokal, pusat oleh-oleh, ekonomi kreatif, hingga UMKM di daerah.

Namun demikian, Chusnunia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah juga membawa tantangan bagi pelaku usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor, seperti produk makanan premium, minuman impor, hingga perlengkapan hotel tertentu yang mengalami kenaikan biaya operasional.

Ia berharap stabilitas rupiah dapat kembali menguat agar pertumbuhan ekonomi nasional dan sektor pariwisata dapat berjalan lebih berkelanjutan.

"Dalam situasi sekarang, seluruh pelaku industri pariwisata harus tetap optimistis melihat peluang yang muncul di tengah berbagai tantangan global. Kita harus bergandeng tangan untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata nasional," ujar Chusnunia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka