Pemkab Aceh Utara Koordinasi Cepat Tangani Kerusakan Huntara Akibat Bencana

waktu baca 2 menit

Banda Aceh (KABARIN) - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Kementerian Pekerjaan Umum terkait kerusakan hunian sementara atau huntara di Kecamatan Langkahan.

Kerusakan terjadi setelah hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut pada Selasa 2 Juni sekitar pukul 18.00 WIB, yang mengakibatkan puluhan unit huntara di beberapa gampong mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda beda.

“Penanganan tanggap darurat telah kita lakukan dan saat ini warga terdampak bencana mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan untuk penanganan lebih lanjut kami juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian PU,” kata dia di Aceh Utara, Rabu.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 58 unit huntara di empat gampong di Kecamatan Langkahan terdampak, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, tim di lapangan masih terus melakukan pendataan sekaligus penanganan pascabencana untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.

Dari rincian kerusakan, di Gampong Rumoh Rayeuk terdapat 36 unit huntara dan satu mushalla yang terdampak dengan kondisi beragam, mulai dari rusak berat hingga ringan. Sementara di Gampong Langkahan terdapat lima unit huntara yang mengalami kerusakan ringan.

Di Gampong Buket Linteung Dusun Leubok Meuku, tujuh unit huntara dilaporkan rusak berat termasuk satu mushalla. Sementara di Gampong Geudumbak, 10 unit huntara terdampak dengan variasi kerusakan berat, sedang, dan ringan.

Bupati yang akrab disapa Ayah Wa itu menyampaikan bahwa warga yang terdampak saat ini telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu penanganan lanjutan.

Ia juga menyebutkan bahwa huntara di Rumoh Rayeuk dan Langkahan dibangun oleh BNPB, sedangkan di Buket Linteung dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemerintah daerah berharap BNPB dan Kementerian PU dapat segera melakukan langkah perbaikan agar warga yang baru terdampak bencana banjir dan longsor tidak kembali mengalami kesulitan berkepanjangan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka