Menlu: Lawatan Presiden Prabowo Dinilai Bawa Keuntungan Nyata untuk Indonesia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa rangkaian kunjungan internasional Presiden Prabowo Subianto dalam sekitar 1,5 tahun terakhir merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di kancah global sekaligus membawa manfaat konkret bagi masyarakat.

Menurut Sugiono, Indonesia secara konstitusional memang merupakan bagian dari masyarakat internasional sehingga kehadiran aktif di forum dunia menjadi sebuah keharusan.

“Secara konstitusional, tersurat bahwa Indonesia merupakan bagian dari pergaulan internasional, bagian dari masyarakat dunia. Hal ini menuntut suatu kehadiran di dunia internasional,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, pendekatan diplomasi yang dijalankan pemerintah berlandaskan prinsip memperluas kerja sama dan membangun hubungan baik dengan semua negara. Prinsip tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo bahwa “seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak”.

Sugiono menegaskan, seluruh agenda kunjungan luar negeri Presiden telah dirancang secara terkoordinasi, melalui pembahasan diplomatik yang melibatkan Kementerian Luar Negeri.

Ia juga menyebut Indonesia berupaya memainkan peran sebagai jembatan dalam berbagai isu global, termasuk perdamaian dan stabilitas internasional.

“Indonesia adalah bangsa yang ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia, sehingga secara proaktif menawarkan dirinya untuk jadi jembatan,” katanya.

Terkait kritik terhadap intensitas perjalanan luar negeri Presiden, Sugiono menyatakan bahwa masukan tersebut sah sebagai bagian dari diskursus publik, namun harus berbasis data dan fakta yang akurat.

Ia juga menilai bahwa pertemuan langsung tetap penting dalam diplomasi karena memungkinkan terbangunnya komunikasi yang lebih mendalam, termasuk membaca bahasa tubuh dan membangun kedekatan personal dengan mitra internasional.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian kunjungan Presiden telah menghasilkan berbagai capaian, termasuk kerja sama ekonomi bernilai triliunan rupiah, penguatan kerja sama pertahanan, hingga rencana pembangunan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka