Grab Bantah Rumor Akan Hengkang dari Indonesia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Platform transportasi daring Grab Indonesia menegaskan bahwa kabar yang menyebut perusahaan akan meninggalkan Indonesia adalah tidak benar.

“Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar,” kata CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Neneng menyampaikan bahwa Indonesia telah menjadi bagian penting dari ekosistem bisnis Grab selama lebih dari satu dekade.

“Selama lebih dari satu dekade, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan perusahaan berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkontribusi dalam mendukung kehidupan masyarakat di Indonesia.

Menurutnya, kontribusi Grab tercermin dari perannya dalam sekitar 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran online, serta dukungan terhadap 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM. Selain itu, Grab juga menjalankan program “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar bagi mitra pengemudi.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Grab tengah mengevaluasi dampak pembatasan komisi 8 persen pada layanan transportasi daring, yang dikaitkan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 terkait potongan pendapatan mitra pengemudi ojek online.

Rumor tersebut juga menyebutkan sejumlah opsi, termasuk penyesuaian biaya kepada konsumen hingga kemungkinan penarikan sebagian layanan dari pasar Indonesia.

Menanggapi hal itu, Neneng menegaskan Grab menghormati kebijakan pemerintah Indonesia dan akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka