Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 07.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)
Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tujuh kali erupsi pada Kamis sejak pukul 00.34 hingga 08.00 WIB. Tinggi letusan tercatat berkisar antara 400 hingga 700 meter di atas puncak gunung.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.34 WIB dengan visual letusan tidak teramati. Sementara erupsi ketujuh pada pukul 07.47 WIB menghasilkan kolom letusan setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 07.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis di Lumajang.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 124 detik.
Dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 12–22 mm dan durasi 51–142 detik. Selain itu, terjadi tiga kali gempa embusan serta satu kali gempa tektonik jauh.
Saat ini, aktivitas Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak, serta menghindari area sempadan sungai sejauh 500 meter karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
Warga juga dilarang berada dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung karena berisiko terkena lontaran batu pijar. Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Sumber: ANTARA