Uni Eropa Tambah Bantuan 100 Juta Euro untuk Angkatan Bersenjata Lebanon

waktu baca 2 menit

Brussel (KABARIN) - Uni Eropa (UE) menyetujui tambahan bantuan sebesar 100 juta euro atau sekitar 116 juta dolar AS untuk Angkatan Bersenjata Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan dengan Israel.

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, menyampaikan keputusan tersebut pada Kamis (4/6) melalui platform X. Nilai bantuan itu setara dengan sekitar Rp2 triliun lebih, berdasarkan kurs yang berlaku.

Menurut Kallas, langkah tersebut bertujuan memperkuat stabilitas Lebanon di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh antara Israel dan Lebanon.

“Gencatan senjata terbaru antara Israel dan Lebanon memberikan peluang untuk mencegah kembalinya permusuhan berskala penuh,” tulis Kallas.

Namun, ia juga menyoroti masih terjadinya bentrokan di lapangan serta tewasnya seorang personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang menunjukkan kondisi keamanan masih belum stabil.

Kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan di Washington pada Rabu (3/6) mensyaratkan penghentian serangan Hizbullah serta penarikan pasukan dari wilayah selatan Sungai Litani. Namun, kelompok Hizbullah menegaskan akan tetap melanjutkan perlawanan selama pendudukan Israel masih berlangsung.

Dalam perkembangan lain, seorang personel UNIFIL dilaporkan tewas akibat insiden mortir yang menurut Israel ditembakkan oleh Hizbullah.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan harapan agar perundingan yang melibatkan Lebanon, Amerika Serikat, dan Israel dapat menghasilkan kesepakatan lebih lanjut, termasuk penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan serta pengerahan penuh militer Lebanon hingga ke perbatasan resmi.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka