Jakarta (KABARIN) - Iran menegaskan bahwa setiap aksi provokatif dan agresif yang dilakukan rezim Zionis Israel kepada Lebanon dan Iran akan dihadapi secara tegas.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan setiap tindakan provokatif dan aksi agresif yang dilakukan rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran di Jakarta diterima pada Senin.
Kedubes mengatakan Angkatan Bersenjata Iran telah meluncurkan serangan kepada rezim Zionis di wilayah utara Palestina pada Ahad (7/6) malam menyusul pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata pada 8 April serta berlanjutnya tindakan agresi Israel kepada Lebanon dan Iran.
Tindakan itu juga sebagai respons atas kerja sama Israel dengan militer Amerika Serikat dalam serangan selama dua pekan terakhir terhadap sejumlah kapal dan berbagai sasaran di wilayah selatan Iran yang dinilai sebagai perompakan maritim terhadap bangsa Iran.
"Angkatan Bersenjata Iran pada Ahad malam, 7 Juni 2026, dalam pelaksanaan hak inheren untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, telah menyerang sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina yang dijajah," tambah pernyataan tersebut.
Iran menegaskan tekad kuat negerinya untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasional secara tegas di mana dan kapan pun diperlukan, serta mengingatkan gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata 8 April 2026.
Oleh karena itu, Iran menuding pemerintah AS memikul tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan rezim Zionis beserta segala konsekuensi yang timbul, termasuk setiap eskalasi ketegangan di kawasan.
Sumber: ANTARA