Kemendukbangga Rumuskan Kartu Lansia untuk Hadapi Tantangan Aging Population

waktu baca 3 menit

Kartu Lansia kita lagi dirumuskan, memang agak rumit. Walaupun sudah ada yang jalan, seperti DKI Jakarta, kan saya kira sudah jalan

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN tengah menyusun program Kartu Lansia sebagai upaya meringankan beban masyarakat lanjut usia (lansia) sekaligus menghadapi meningkatnya jumlah penduduk usia tua di Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan penyusunan program tersebut masih dalam tahap perumusan karena memerlukan sinkronisasi dengan berbagai pihak dan program yang telah berjalan di sejumlah daerah.

"Kartu Lansia kita lagi dirumuskan, memang agak rumit. Walaupun sudah ada yang jalan, seperti DKI Jakarta, kan saya kira sudah jalan. Ada kabupaten/kota yang jalan karena mereka mengintegrasikan dengan program pemerintah daerah, sehingga langsung dikasih kartu lansia, cuma modelnya macam-macam," kata Wihaji saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, salah satu manfaat yang sedang diperjuangkan melalui program tersebut adalah kemudahan akses berbagai layanan, termasuk potongan tarif transportasi umum bagi lansia.

"Minimal dengan Menteri Perhubungan sudah jalan, karena ada diskon 20 persen dari Kementerian Perhubungan. Itu bagian dari program bersama yang saya kira untuk meringankan beban, khususnya lansia, tapi kita sementara menginisiasi, kalau memang ada kemampuan keuangan daerah, silakan. Kalau enggak, tentu kita carikan jalan," ujarnya.

Wihaji mengakui program Kartu Lansia masih memerlukan penyempurnaan. Namun, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan lansia di Indonesia.

Saat ini, sejumlah pemerintah daerah telah lebih dulu menerapkan program serupa dengan dukungan anggaran masing-masing. Sementara itu, implementasi secara nasional masih dalam tahap pembahasan dan belum mencapai keputusan final.

"Jadi, untuk beberapa kabupaten/kota sudah ada, tetapi menggunakan pembiayaan dari pemerintah daerah masing-masing. Karena memang secara nasional masih dirumuskan dengan berbagai pemangku kepentingan, tetapi belum final," kata Wihaji.

Dalam kesempatan yang sama, Kemendukbangga/BKKBN juga mewisuda 387 peserta Sekolah Lansia dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari peringatan HLUN ke-30 dan menyambut Hari Keluarga Nasional ke-33 yang akan diperingati pada 29 Juni 2026.

Wihaji menjelaskan Program Sekolah Lansia menjadi salah satu prioritas pemerintah mengingat jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia kini telah mencapai lebih dari 11 persen dan mendekati 12 persen dari total populasi.

"Kebetulan kita mewisuda 387 S1, S2, S3 untuk Sekolah Lansia, bagian dari program kementerian kita, ini salah satu program prioritas karena lumayan di Indonesia sudah ada 11 persen lebih, hampir 12 persen aging population kita. Negara butuh hadir, pemerintah butuh hadir karena beliau-beliau rata-rata kesepian. Oleh karena itu kita bikin aktivitas, salah satunya melalui Program Sekolah Lansia," ujar Wihaji.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka