Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa siang dengan tinggi kolom letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 12.09 WIB dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 1,2 kilometer di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 12.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Liswanto.
Ia menjelaskan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang mengarah ke timur laut. Saat laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Berdasarkan data pengamatan, Gunung Semeru telah mengalami 10 kali erupsi sejak pukul 04.43 WIB hingga 12.47 WIB. Tinggi letusan yang teramati bervariasi antara 600 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.
Liswanto menuturkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Liswanto.
Sumber: ANTARA