Jakarta (KABARIN) - Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan kinerja pemberitaan ANTARA sepanjang 2026 secara umum difokuskan untuk mengawal narasi Astacita yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, Benny menjelaskan arah pemberitaan tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yakni bidang ekonomi, politik-hukum-keamanan, serta pembangunan manusia dan kebudayaan.
"Mandat yang kami terima itu adalah untuk memberikan seluruh pemberitaan kita bersifat mendidik, memberdayakan, dan mencerdaskan serta memiliki nilai-nilai nasionalisme," kata Benny.
Ia menjelaskan sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam pemberitaan ANTARA antara lain ketahanan pangan, swasembada pangan, koperasi desa, dan sektor energi. Selain itu, ANTARA juga menyoroti reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, ketahanan nasional, serta berbagai program strategis pemerintah lainnya.
Benny menambahkan, ANTARA juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai peristiwa nasional, termasuk bencana yang terjadi di Sumatera. Untuk mendukung peliputan tersebut, ANTARA mengerahkan 15 jurnalis guna melakukan liputan khusus di wilayah terdampak.
"Nah itu untuk membangun sebuah penyeimbangan terhadap serangan terhadap pemerintah yang begitu masif di sosial media dan juga homeless media," katanya.
Dalam kesempatan itu, Benny turut meminta dukungan Komisi VII DPR RI terhadap berbagai upaya percepatan yang tengah dilakukan ANTARA sebagai kantor berita nasional.
Menurut dia, dukungan tersebut diperlukan karena ANTARA memiliki rencana membuka kembali sejumlah biro di luar negeri yang membutuhkan penguatan dari sisi pendanaan dan operasional.
"Kami membutuhkan sebuah dukungan dalam rangka upaya melakukan akselerasi kas dan juga mitigasi finansial serta digitalisasi yang kami telah laksanakan," kata Benny.
Sumber: ANTARA