TNI Bantah Bongkar SD di NTT untuk Diganti Koperasi Desa Merah Putih

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas menegaskan TNI tidak pernah berniat membongkar bangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk digantikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Pernyataan tersebut disampaikan Nas menanggapi video yang beredar di media sosial dan menampilkan seolah-olah anggota TNI membongkar bagian bangunan SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT, guna pembangunan KDMP.

Menurut Nas, kegiatan yang dilakukan di lokasi tersebut sebenarnya merupakan upaya memperlebar akses jalan agar alat berat dapat masuk ke area pembangunan koperasi yang berada di belakang sekolah.

"Ketika manuver alat berat mau masuk, kena tiang sekolah yang pojok. Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah," kata Nas saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan pemindahan tiang bangunan, personel TNI terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

"Mereka bilang 'Pak lurah, kepala desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?'. Mereka lalu jawab Boleh, silakan.' seperti itu," kata Nas.

Nas menyebut informasi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Ia menilai sebagian masyarakat kerap langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi tanpa mencari fakta secara utuh.

Menurut dia, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat hingga mengganggu stabilitas keamanan.

"Kondisi ini bisa ditumpangi atau mungkin dimanfaatkan sehingga terjadilah perpecahan. Rugi siapa? Kita yang pasti, negara kita yang pasti," jelas Nas.

Untuk mencegah kesalahpahaman, Pusat Penerangan TNI berupaya menelusuri fakta di lapangan dan menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada publik.

Dengan penjelasan tersebut, Nas berharap masyarakat dapat lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terkonfirmasi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka