Kinshasa (KABARIN) - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Democratic Republic of the Congo terus meningkat hingga mencapai 598 kasus dengan 115 kematian, berdasarkan laporan terbaru otoritas kesehatan pada Selasa (9/6).
Dalam pembaruan situasi pada Senin (8/6), tercatat tambahan 48 kasus baru termasuk 14 kematian baru. Di sisi lain, ada tiga pasien yang dinyatakan sembuh sehingga total pasien sembuh menjadi 22 orang.
Otoritas kesehatan menyebut tren kenaikan kasus masih berlanjut dari minggu ke minggu, yang menunjukkan adanya penularan aktif di tengah masyarakat. Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan.
Saat ini, sebanyak 297 pasien masih dalam penanganan, termasuk 113 kasus terkonfirmasi dan 184 kasus suspek yang masih diisolasi atau dirawat.
Laporan tersebut juga menyoroti kondisi keamanan di wilayah terdampak, terutama di Provinsi Ituri yang menjadi pusat wabah. Aktivitas kelompok bersenjata disebut masih mengganggu akses petugas kesehatan ke sejumlah wilayah berisiko tinggi.
Wabah ini sendiri disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo dan secara resmi diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RD Kongo pada 15 Mei.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika atau Africa Centres for Disease Control and Prevention memperingatkan bahwa penanganan wabah menghadapi kendala serius.
Fasilitas kesehatan di beberapa daerah dilaporkan masih kekurangan air bersih, alat pelindung diri, hingga peralatan dekontaminasi yang memadai, sehingga memperlambat respons kesehatan di lapangan.
Sumber: Xinhua