KSAD Tegaskan Isu TNI Gusur SD untuk Koperasi Desa Merah Putih Tidak Benar

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat atau Maruli Simanjuntak membantah keras narasi yang beredar di media sosial terkait dugaan prajurit TNI yang menggusur sekolah dasar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Ia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurut Maruli, tidak masuk akal jika ada sekolah yang dibubarkan hanya untuk sebuah program pembangunan. Ia juga menekankan bahwa fasilitas pendidikan yang sudah terdaftar tidak mungkin begitu saja dihilangkan.

"Menurut saya enggak normal kalau ada orang membubarkan sekolah. Sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar," kata Maruli usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan bahwa setiap informasi yang beredar perlu diklarifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi terkait.

Pernyataan ini merespons viralnya video di media sosial yang memperlihatkan seolah-olah ada pembongkaran bangunan SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, untuk pembangunan koperasi desa.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas sebelumnya menjelaskan bahwa aktivitas di lokasi tersebut bukan penggusuran sekolah, melainkan pelebaran akses jalan untuk alat berat yang akan digunakan dalam pembangunan koperasi di area belakang sekolah.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah daerah telah memberikan izin terkait penyesuaian posisi fasilitas sekolah yang terdampak pembangunan.

TNI mengimbau masyarakat untuk lebih berhati hati dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terpengaruh hoaks.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka