BMKG Prakirakan Konvergensi Angin Picu Hujan Lebat pada Kamis

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memperkirakan adanya peningkatan potensi cuaca ekstrem pada Kamis ini akibat terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan cukup signifikan.

Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah dalam keterangan cuaca yang disampaikan dari Jakarta menjelaskan bahwa kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia menyebutkan masyarakat di berbagai kota besar perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, hingga Maluku, karena kondisi atmosfer yang tidak stabil.

Menurut BMKG, daerah konvergensi terpantau memanjang dari Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sementara itu, daerah pertemuan angin atau konfluensi juga terdeteksi di wilayah perairan seperti Laut Andaman, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, hingga Samudra Pasifik bagian utara Papua.

Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan disertai kilat atau petir dapat terjadi di Tanjung Pinang, Pontianak, dan Banjarmasin.

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur Medan, Pangkal Pinang, Palangka Raya, Samarinda, dan Tanjung Selor. Adapun wilayah seperti DKI Jakarta, Banda Aceh, Serang, Bandung, dan Surabaya diperkirakan berada dalam kondisi berawan tebal.

Beralih ke wilayah timur Indonesia, hujan lebat diprediksi terjadi di Mamuju, hujan disertai petir di Ternate, hujan sedang di Ambon, serta hujan ringan di sejumlah kota lain seperti Denpasar, Makassar, hingga Jayapura.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, termasuk situs BMKG dan akun media sosial resmi @infoBMKG, mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka