Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia yang digelar badan usaha milik daerah (BUMD) maupun organisasi perangkat daerah (OPD) tidak mengganggu jam kerja pegawai.
Ia menegaskan, meski pemerintah daerah membuka ruang bagi kegiatan tersebut, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan produktivitas kerja aparatur maupun pelayanan publik.
“Banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia. Problemnya adalah karena jamnya itu jam orang bekerja, yang paling penting, jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja,” kata Pramono di Jakarta, Kamis.
Salah satu BUMD yang berencana menggelar kegiatan nobar adalah Perumda Pasar Jaya. Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di tiga titik di wilayah Jakarta.
Menurut Pramono, atau Pram, pelaksanaan kegiatan seperti ini perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat maupun layanan pemerintahan.
“Tetapi secara prinsip, saya akan memberikan ruang, ya. Apa pun, masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia yang menurut saya menjadi semakin menarik, karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini,” ujarnya.
Turnamen Piala Dunia FIFA 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dan akan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sumber: ANTARA