Rencana Israel Bangun 61 Pemukiman Baru di Tepi Barat Jadi Sorotan

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Rencana pemerintah Israel untuk membangun puluhan permukiman baru di Tepi Barat kembali menjadi perhatian dunia internasional. Langkah ini dinilai berpotensi memperburuk ketegangan yang sudah lama berlangsung antara Israel dan Palestina.

Menurut laporan yang beredar, pemerintah Israel berencana mengalokasikan dana lebih dari 350 juta dolar AS untuk mendukung pembangunan 61 permukiman baru di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Isu pembangunan permukiman di Tepi Barat memang menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Selama bertahun-tahun, kebijakan ini kerap memicu kritik dari Palestina maupun berbagai negara dan organisasi internasional.

Jurnalis Axios, Barak Ravid, melaporkan pada Kamis bahwa kabinet Israel diperkirakan akan segera memberikan persetujuan terhadap pendanaan proyek tersebut. Informasi itu didasarkan pada dokumen arahan pemerintah yang telah ditinjaunya.

"Kabinet Israel, Kamis, diperkirakan akan menyetujui sebuah rencana untuk mendanai pembentukan 61 permukiman baru di wilayah pendudukan Tepi Barat secara de facto ... Seorang sumber yang mengetahui proposal itu mengatakan pemerintah diperkirakan akan mengalokasikan lebih dari 350 juta dolar AS selama beberapa tahun untuk mengubah 61 permukiman yang baru disahkan dari sekadar rencana di atas kertas menjadi kenyataan," tulis Ravid di platform X.

Berdasarkan laporan tersebut, anggaran yang disiapkan akan digunakan untuk membangun kompleks hunian sementara serta berbagai fasilitas dan infrastruktur publik yang mendukung keberadaan permukiman tersebut.

Jika terealisasi, proyek ini disebut-sebut sebagai salah satu ekspansi permukiman terbesar yang dilakukan Israel dalam beberapa dekade terakhir.

Bagi Palestina, pembangunan permukiman baru di Tepi Barat bukan sekadar proyek pembangunan biasa. Otoritas Palestina menilai langkah tersebut sebagai upaya memperkuat kehadiran Israel di wilayah yang mereka klaim sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan.

Selain itu, warga Palestina khawatir perluasan permukiman akan semakin mempersempit ruang hidup masyarakat setempat dan membuat solusi dua negara semakin sulit diwujudkan. Solusi dua negara sendiri selama ini menjadi salah satu pendekatan yang banyak didukung komunitas internasional untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Perhatian dunia terhadap aktivitas permukiman Israel juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhir Mei lalu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu dan organisasi yang dianggap terlibat dalam pelanggaran hak-hak warga Palestina di Tepi Barat yang berkaitan dengan aktivitas permukiman Israel.

Dengan rencana pembangunan 61 permukiman baru ini, isu Tepi Barat diperkirakan kembali menjadi salah satu fokus utama dalam dinamika hubungan Israel, Palestina, dan komunitas internasional dalam waktu dekat.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka