Jakarta (KABARIN) - New York Knicks mencetak rekor kebangkitan terbesar dalam sejarah final NBA, yakni 29 poin, saat mengalahkan San Antonio Spurs dengan skor 107-106 di Madison Square Garden, New York, Kamis WIB, pada laga final keempat musim 2025/2026.
Hal itu membuat Knicks kini berada di ambang gelar juara NBA pertama mereka sejak 1973 lantaran untuk sementara unggul 3-1 di final dengan format best of seven.
​Dikutip dari laman NBA, pelatih New York Knicks, Mike Brown, memuji aksi penentu kemenangan timnya yang lahir melalui sentuhan bola rebound (tip-in) oleh OG Anunoby saat pertandingan menyisakan 1,2 detik.
​"Itu pasti menjadi tembakan paling ikonik dalam sejarah bola basket New York," kata Brown.
​Sentuhan dramatis tersebut berawal dari tembakan tiga angka Jalen Brunson yang memantul di ring, sebelum akhirnya disambar oleh Anunoby dengan satu tangan.
Sebelum kemenangan bersejarah itu diraih, rekor kebangkitan terbesar di babak Final NBA dipegang oleh Boston Celtics saat mengejar ketertinggalan 24 poin melawan Los Angeles Lakers pada tahun 2008.
Pertandingan sempat terlihat mustahil bagi tuan rumah ketika Spurs menutup paruh pertama laga dengan keunggulan telak 27 poin, bahkan sempat melebar menjadi 29 poin pada kedudukan 81-52 di kuarter ketiga.
OG Anunoby yang menjadi pahlawan kemenangan dengan torehan 33 poin menyatakan bahwa kekuatan mental menjadi kunci utama keberhasilan timnya membalikkan keadaan.
"Kami adalah kelompok yang tangguh. Kami telah melalui banyak hal. Kami sudah sering bangkit ketika tertinggal. Hanya bertahan dengan hal itu, menghadapi badai, tidak terlalu terpuruk atau marah atau frustrasi," ujar Anunoby.
Selain Anunoby, Jalen Brunson menjadi motor serangan utama Knicks dengan mengemas 36 poin. Upaya kebangkitan Knicks juga terbantu setelah akurasi tembakan tiga angka Spurs mendadak menurun drastis di paruh kedua, di mana tim tamu hanya memasukkan tiga dari 17 percobaan tembakan luar busur.
Pelatih San Antonio Spurs Mitch Johnson tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas runtuhnya pertahanan anak asuhnya yang sempat mendominasi total di paruh pertama.
"Kami kehilangan momentum, kami melewatkan beberapa tembakan. Ini mengecewakan," tutur Mitch Johnson.
Bintang muda Spurs Victor Wembanyama membukukan 24 poin dan 13 rebound, tetapi dia kesulitan menghadapi tekanan fisik dari barisan pertahanan Knicks. Wembanyama juga mengakui bahwa penurunan performa timnya sudah terjadi bahkan sebelum memasuki kuarter keempat.
"Saya tidak bisa benar-benar menjelaskannya saat ini. Saya tidak tahu. Kami jelas bukan tim yang paling lapar di paruh kedua," kata Wembanyama.
Spurs kini harus segera berbenah untuk mencoba memperkecil ketertinggalan pada pertandingan final kelima yang akan digelar di kandang mereka sendiri di San Antonio pada Sabtu (13/6) malam waktu setempat.
Sepanjang sejarah NBA, baru ada satu tim yang mampu bangkit dari ketertinggalan 3-1 di babak final untuk menjadi juara, yaitu Cleveland Cavaliers pada tahun 2016.
Sumber: ANTARA