Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno mengungkapkan bahwa aset Pertamina di Venezuela, yang kini sudah diperbolehkan kembali beroperasi penuh, mendukung upaya RI dalam mengoptimalkan sumber minyak alternatif di tengah gejolak energi.
“Kita baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela,” ucap Wamenlu Havas ditemui seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.
Ia memastikan bahwa Indonesia saat ini berupaya mengeksplorasi sumber minyak baru dari sejumlah negara lain di Amerika Selatan di tengah ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Selat Hormuz.
“Kami sedang mencari lagi banyak negara di sana yang memiliki potensi migas. Hampir semua negara di Amerika Latin punya potensinya,” kata Wamenlu.
Dengan potensi besar Amerika Selatan di bidang migas, Indonesia pun berupaya menjajaki peluang investasi pada sektor tersebut di negara-negara kawasan, kata dia.
Havas memaparkan bahwa negosiasi sudah berjalan antara pihak Pertamina dengan mitra di beberapa negara Amerika Selatan, meski saat ini sangat awal karena masih dalam tahap penjajakan.
Ia pun memastikan bahwa kepentingan Indonesia dalam ekspansi migas di Amerika Selatan akan diwakili oleh Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), yang saat ini sudah mengendalikan aset di Venezuela.
Lebih lanjut, Havas mengatakan bahwa Indonesia juga mengoptimalkan sumber minyak alternatif di sejumlah negara Afrika, seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola.
Ia menjelaskan bahwa strategi Indonesia saat ini adalah untuk mendapat pasokan minyak dari kawasan-kawasan yang tidak perlu melewati Selat Hormuz yang kini ditutup.
Diketahui, PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela.
PIEP menegaskan bahwa aset minyak milik mereka di Venezuela tidak terdampak menyusul serangan Amerika Serikat ke negara tersebut pada Januari, di mana Presiden Nicolas Maduro ditangkap untuk dibawa ke AS.
Perusahaan tersebut juga menyampaikan terus melakukan pemantauan secara cermat serta menjalin koordinasi berkelanjutan dengan KBRI Caracas sebagai langkah kehati-hatian.
Sumber: ANTARA