Istanbul (KABARIN) - Iran membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut sistem pertahanannya telah dihancurkan.
Teheran pada Kamis menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara tersebut tetap “sepenuhnya siap” dan mampu menghadapi berbagai ancaman.
Menurut laporan penyiar negara Iran, IRIB, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menolak klaim bahwa kemampuan pertahanan negaranya telah melemah.
“Jangan terpaku pada klaim musuh; yang penting adalah kenyataan di medan perang,” kata Shekarchi.
Ia menyatakan bahwa Iran terus memperkuat kemampuan militer meskipun menghadapi ancaman yang berkelanjutan dan saat ini “lebih kuat secara militer dibandingkan pada awal” perang, yang menurutnya dipaksakan terhadap negara tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer Iran telah dihancurkan melalui serangan udara yang dilakukan oleh Washington dan Tel Aviv.
Shekarchi juga membantah klaim bahwa persediaan rudal Iran telah menipis. Menurut dia, tuduhan semacam itu bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai kemampuan militer Iran.
“Kami selalu mengatakan bahwa kami siap, dan musuh telah merasakan kesiapan tersebut di medan perang,” ujar Shekarchi.
Juru bicara tersebut mengakui bahwa Iran mengalami sejumlah kerugian, namun menegaskan bahwa pasukan Iran telah menimbulkan kerugian yang lebih besar terhadap pasukan Amerika Serikat.
Ia juga kembali menegaskan dukungan Iran terhadap Hizbullah di Lebanon. Menurut Shekarchi, apa yang disebut sebagai “poros perlawanan” tetap bersatu dalam menghadapi Israel dan para sekutunya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandab, Shekarchi mengatakan bahwa Iran memiliki “banyak rencana” dan akan mengungkapkan opsi yang dimilikinya apabila diperlukan.
Baca juga: AS Kembali Serang Iran, Tiga Orang Terluka di Teheran
Baca juga: Iran Sebut Serangan AS Bikin Gencatan Senjata Gak Ada Maknanya
Sumber: Anadolu_OANA