China Jatuhkan Sanksi ke Menhan Filipina dan Keluarga Terkait Pernyataan Soal Beijing

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - China pada Kamis (11/6) menjatuhkan sanksi kepada Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. beserta keluarganya, dengan tuduhan telah membuat pernyataan yang dianggap merugikan kepentingan China dan hubungan bilateral kedua negara.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China menyebut Teodoro “berulang kali membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang China” yang dinilai merusak kepentingan sah Beijing serta “menyabotase” hubungan China–Filipina.

Sebagai bagian dari sanksi tersebut, Teodoro, istri, dan anaknya dilarang memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, dan Makau. Selain itu, individu maupun organisasi di China juga dilarang melakukan transaksi, kerja sama, atau aktivitas lain dengan mereka.

Langkah tersebut diambil beberapa hari setelah Teodoro melontarkan kritik keras terhadap China dalam forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura. Dalam forum itu, ia menuduh Beijing mengambil alih wilayah di Laut China Selatan yang disengketakan serta menekan pihak lain dalam kawasan.

Dalam sesi diskusi yang sama, perwira militer China mempertanyakan posisi Filipina terkait hubungan dengan Amerika Serikat. Namun Teodoro menolak tudingan tersebut dan menegaskan komitmen Manila terhadap kerja sama keamanan dengan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, sebelumnya juga mengecam pernyataan Teodoro dan menyebutnya telah merusak kepercayaan serta hubungan bilateral kedua negara.

Hingga saat ini, baik Teodoro maupun pemerintah Filipina belum memberikan tanggapan resmi terkait sanksi yang dijatuhkan tersebut.

Hubungan China dan Filipina sendiri terus mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir akibat sengketa wilayah di Laut China Selatan, yang melibatkan klaim tumpang tindih serta insiden di perairan yang diperebutkan.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka