Trump Setujui Opsi Pengenceran Uranium Iran di Bawah Pengawasan PBB

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menyetujui salah satu opsi dalam upaya penyelesaian sengketa program nuklir Iran, yakni pengenceran uranium yang telah diperkaya tinggi dilakukan langsung di wilayah Iran dengan pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kabar tersebut dilaporkan Axios pada Jumat dan menjadi sinyal terbaru bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran mulai menunjukkan titik terang setelah berbulan-bulan berlangsung penuh ketegangan.

Sebelumnya, Amerika Serikat bersikeras agar seluruh stok bahan nuklir yang telah diperkaya tinggi dipindahkan keluar dari Iran. Namun dalam perkembangan terbaru, Washington disebut mulai membuka peluang kompromi dengan mengizinkan proses pengenceran dilakukan di dalam negeri Iran selama berada di bawah pengawasan internasional.

Langkah-langkah teknis terkait program nuklir Iran nantinya akan menjadi bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara kedua negara. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan difinalisasi setelah nota kesepahaman antara AS dan Iran resmi ditandatangani.

Pada Kamis (11/6), Trump mengatakan nota kesepahaman itu berpotensi ditandatangani paling cepat pada akhir pekan ini.

Dokumen tersebut disebut akan mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya transit serta memulihkan volume pengiriman ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari.

Hubungan AS dan Iran sempat kembali memanas setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi mulai mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata sementara pada 7 April. Setelah itu, AS dan Iran melanjutkan pembicaraan di Islamabad, meski perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Pada 15 Mei, Trump kembali mengemukakan sikapnya terkait program nuklir Iran. Saat itu ia menyatakan akan merasa puas apabila Iran menghentikan aktivitas pengayaan uranium selama dua dekade.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Kementerian Luar Negeri Iran. Teheran menegaskan tidak memiliki niat untuk melepaskan hak-haknya yang dijamin dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

Hingga kini, Amerika Serikat masih berupaya membatasi ambisi nuklir Iran yang selama ini menjadi kekhawatiran sejumlah negara Barat. Di sisi lain, Iran tetap bersikeras bahwa jaminan perdamaian dan keamanan harus diberikan terlebih dahulu sebelum membahas lebih jauh masa depan program nuklirnya.

Jika nota kesepahaman berhasil ditandatangani dalam waktu dekat, kesepakatan tersebut bisa menjadi salah satu langkah diplomatik paling penting dalam hubungan AS dan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka