13 Federasil Kecam Komentar Presiden UEFA Soal Format Baru Piala Dunia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Sejumlah 13 federasi sepak bola dari Afrika, Karibia, Asia Tengah, dan beberapa wilayah lainnya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam komentar Presiden UEFA Aleksander Ceferin terkait format baru atau perluasan Piala Dunia.

Mereka menilai pernyataan Ceferin yang mengkritik format Piala Dunia dan menyebut sebagian laga kualifikasi kurang menarik sebagai sikap yang mengabaikan makna besar dari kompetisi tersebut bagi negara-negara peserta.

“Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia FIFA yang tidak penting. Lolos ke Piala Dunia FIFA merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut melalui akun X Federasi Sepak Bola Maroko pada Senin.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh federasi sepak bola Senegal, Tanjung Verde, Curaçao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan, sebagai respons atas kritik Ceferin.

Dalam pernyataan itu, mereka menegaskan bahwa anggapan sebagian laga kualifikasi tidak penting telah mengabaikan perjuangan para pemain, pelatih, klub, federasi, hingga jutaan suporter di seluruh dunia.

Mereka juga menyoroti bahwa setiap perjalanan menuju Piala Dunia dibangun melalui investasi, perencanaan, dan kerja keras bertahun-tahun, serta menjadi sumber kebanggaan dan harapan bagi masyarakat di masing-masing negara.

Koalisi federasi tersebut menegaskan bahwa sepak bola adalah olahraga global yang tidak dimiliki oleh kelompok atau pihak tertentu saja.

“Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda,” tulis mereka, seraya menekankan bahwa partisipasi di Piala Dunia memiliki makna lebih besar daripada sekadar prestasi olahraga.

Mereka menilai keberhasilan lolos ke putaran final mampu menginspirasi generasi muda, mendorong perkembangan sepak bola nasional, serta menciptakan warisan emosional bagi masyarakat.

Di akhir pernyataan, federasi-federasi tersebut menegaskan bahwa setiap negara yang lolos ke Piala Dunia berhak mendapatkan penghormatan yang sama.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka