Jakarta (KABARIN) - Kiper timnas Senegal Edouard Mendy menilai skuadnya gagal menjalankan rencananya saat kalah 1-3 dari Prancis pada laga Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu dini hari WIB.
Dikutip dari laman resmi FIFA, Mendy mengatakan bahwa permainan Senegal pada babak kedua tidak sesuai rencana setelah di babak pertama mampu menahan sang juara Piala Dunia 1998.
"Kami seharusnya bisa meningkatkan level permainan pada babak kedua dan lebih tajam dalam menyerang. Kami hanya mampu melakukannya secara sporadis. Padahal, ketika melawan tim seperti ini (Prancis-red), kami harus lebih teliti dan tidak membuat kesempatan," kata Mendy.
Pada pertandingan itu, Senegal sempat menahan imbang tanpa gol Prancis pada babak pertama, bahkan sempat mengimbangi permainan menyerang yang dilakukan oleh Les Blues.
Akan tetapi, seusai turun minum, Prancis dapat menciptakan gol terlebih dahulu melalui Kylian Mbappe dan Bradley Barcola, lalu Senegal sempat memperkecil ketertinggalan berkat Ibrahim Mbaye.
Meski sempat mendapatkan harapan memaksakan hasil imbang, Senegal harus kembali kebobolan akibat gol kedua Mbappe.
Harus menelan kekalahan di pertandingan pertama, Mendy menegaskan perjalanan Senegal belum usai dan masih memiliki dua pertandingan untuk dimainkan.
"Pertandingan pertama sudah berlalu, kami harus belajar darinya dan mengalihkan perhatian kami ke Norwegia," tutur dia.
Kekalahan itu membuat Senegal berada di posisi juru kunci klasemen sementara Grup I Piala Dunia 2026 tanpa poin dari satu pertandingan.
Senegal masih menyisakan dua pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Norwegia dan Irak.
Baca juga: Deschamps Sebut Pergantian Posisi Jadi Kunci Kemenangan Prancis
Baca juga: Prancis Kalahkan Senegal 3-1 dalam Laga Pembuka Grup I
Sumber: ANTARA