Harry Kane Puji Intensitas Inggris Usai Tumbangkan Kroasia 4-2 di Laga Pembuka Grup L

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kapten tim nasional England national football team, Harry Kane, mengapresiasi intensitas permainan timnya saat mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Kamis.

Inggris sempat mendapat perlawanan ketat dan menutup babak pertama dengan skor imbang 2-2, sebelum akhirnya tampil lebih dominan pada babak kedua dan memastikan kemenangan melalui gol Jude Bellingham dan Marcus Rashford.

Kane menyebut instruksi pelatih Thomas Tuchel saat jeda menjadi faktor penting yang membangkitkan performa tim.

“Apresiasi untuk pelatih. Pelatih memberi kami sebuah pesan saat turun minum, seperti mengatakan, 'Dengar, bila kami kalah, kami kalah dengan cara kami sendiri'. Anda bisa melihatnya dari cara kami memulai babak kedua. Kami bermain dengan intensitas penuh dan mereka tidak mampu mengatasinya,” kata Kane seperti dikutip FIFA.

Penyerang tersebut menegaskan bahwa intensitas permainan merupakan kekuatan utama Inggris yang harus terus dijaga sepanjang turnamen.

“Itulah standar yang harus kami tunjukkan di setiap pertandingan. Jadi apresiasi untuk semua orang. Ini adalah laga pertama di turnamen dan kami mendapatkan hasil luar biasa melawan tim kuat. Intensitas permainan adalah kekuatan terbesar kami dan kami harus lebih sering menggunakannya di turnamen ini,” ujarnya.

Sementara itu, gelandang Jude Bellingham mengakui Inggris sempat tampil gugup dan terlalu berhati-hati pada babak pertama, meski tetap mampu menjaga soliditas pertahanan.

Ia menilai gol cepat di awal babak kedua menjadi titik balik yang membuat Inggris lebih menguasai permainan.

“Pada babak kedua kami menemukan ritme permainan yang lebih baik dan di situlah Anda melihat kemampuan terbaik kami. Gol cepat di awal babak kedua memberi kami fondasi yang bagus. Intensitas kami tanpa bola berada di level tertinggi, dan para pemain yang masuk dari bangku cadangan tampil luar biasa,” kata Bellingham.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inggris dalam menjaga peluang lolos ke babak gugur, sekaligus menunjukkan kedalaman skuad mereka setelah mampu bangkit dari tekanan Kroasia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka