Rusia Siap Pasok Energi ke Malaysia Lewat Kerja Sama Jangka Panjang

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa Rusia siap menjalin kerja sama jangka panjang dengan Malaysia dalam bidang pasokan minyak dan energi. Hal itu disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Melalui akun X miliknya, Anwar mengatakan salah satu topik penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penguatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya di sektor energi.

“Saya juga menyinggung isu perluasan kerja sama ekonomi, termasuk apresiasi atas kesiapan Rusia untuk menjamin kerja sama jangka panjang dalam pasokan energi dan minyak,” tulis Ibrahim melalui akun X.

Menurut Anwar, pembahasan tidak hanya berfokus pada sektor energi. Malaysia dan Rusia juga bertukar pandangan mengenai berbagai peluang kerja sama di bidang teknologi masa depan.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain teknologi baru, keamanan siber, ekonomi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pertanian modern, hingga industri farmasi.

“Saya mengadakan pertemuan yang produktif dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas berbagai bentuk kerja sama bilateral, termasuk peluang memperkuat kolaborasi di sektor energi, yang merupakan bidang strategis yang menjadi kepentingan bersama Malaysia dan Federasi Rusia,” ujarnya.

Selain itu, kedua negara juga membahas langkah untuk mempermudah mobilitas warga melalui penyederhanaan prosedur visa.

Tak hanya itu, Malaysia dan Rusia turut mengeksplorasi peluang memperluas perdagangan serta investasi bilateral dengan menggunakan mata uang masing-masing negara, yakni rubel Rusia dan ringgit Malaysia, sebagai alternatif dalam transaksi ekonomi.

Anwar juga menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Presiden Putin terkait sejumlah isu geopolitik yang tengah menjadi perhatian dunia internasional.

Menurut dia, Rusia menunjukkan konsistensi dalam menyikapi perkembangan situasi di Iran maupun Jalur Gaza.

Pertemuan tersebut menandai upaya kedua negara untuk mempererat hubungan bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari energi hingga teknologi, di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang terus berkembang.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka