CEO Apple Isyaratkan Harga Produk Bakal Naik, Ini Alasannya

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kabar yang mungkin kurang menyenangkan bagi para penggemar produk Apple. CEO Apple Tim Cook mengisyaratkan bahwa harga sejumlah produk Apple berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu mendatang akibat melonjaknya biaya komponen memori yang kini menjadi tantangan besar bagi industri teknologi global.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal yang dilaporkan Engadget pada Rabu (17/6) waktu setempat, Tim Cook mengakui bahwa kenaikan harga menjadi sesuatu yang semakin sulit dihindari di tengah terus meningkatnya biaya produksi.

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami berusaha semaksimal mungkin mengurangi dampak kenaikan biaya yang dibebankan kepada kami dan selama ini berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan harga, tetapi situasinya sudah tidak lagi berkelanjutan," kata Tim.

Meski memberikan sinyal kenaikan harga, Cook belum mengungkapkan kapan kebijakan tersebut akan diterapkan maupun seberapa besar penyesuaian harga yang akan dilakukan.

Pernyataan ini langsung menarik perhatian karena muncul hanya beberapa bulan sebelum peluncuran seri iPhone 18 yang diperkirakan akan diperkenalkan tahun ini. Banyak pihak menilai generasi terbaru iPhone tersebut berpotensi hadir dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya.

Tak hanya iPhone, kemungkinan kenaikan harga juga bisa berdampak pada produk Apple lainnya, termasuk lini laptop Mac dan tablet iPad yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Menurut Cook, akar masalahnya berasal dari kondisi industri teknologi yang saat ini menghadapi keterbatasan pasokan komponen memori. Di saat yang sama, permintaan perangkat elektronik terus meningkat, ditambah kebutuhan besar terhadap infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Pasokan semakin terbatas ketika konsumen tetap menginginkan perangkat baru, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar. Kami membutuhkan harga dan pasokan memori kembali ke tingkat yang wajar untuk produk konsumen. Itu inti persoalannya," ujarnya.

Cook bahkan menggambarkan kondisi saat ini sebagai salah satu situasi paling tidak biasa yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya di industri teknologi.

"Saya belum pernah melihat situasi seperti ini di sektor mana pun selama lebih dari 40 tahun," katanya.

Apple bukan satu-satunya perusahaan yang merasakan dampak lonjakan harga komponen memori. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Samsung, HP, Microsoft, Nintendo, dan Valve juga menyampaikan kekhawatiran serupa terkait meningkatnya biaya komponen dan tingginya permintaan yang didorong oleh perkembangan teknologi AI.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin konsumen akan melihat harga perangkat teknologi terbaru menjadi lebih mahal dalam beberapa waktu ke depan, termasuk produk-produk unggulan dari Apple.

Sumber: Engadget

Bagikan

Mungkin Kamu Suka