Jakarta (KABARIN) - Aston Villa memilih Indonesia sebagai salah satu destinasi tur pramusim 2026 bukan tanpa alasan. Klub Liga Inggris tersebut ternyata terkesan dengan antusiasme dan fanatisme para penggemar sepak bola Indonesia yang dinilai luar biasa.
Promotor Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026, Sound Rhythm, mengungkapkan bahwa tingginya gairah suporter Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang membuat klub asuhan Unai Emery itu memasukkan Indonesia ke dalam agenda tur pramusim mereka menjelang musim 2026/2027.
"Dari awal tuh sangat melihat antusiasme fans sepak bola di Indonesia ya. Mereka ternyata melihat kualifikasi Piala Dunia waktu itu. Mereka melihatnya, 'Wah, fans Indonesia itu passionate banget'," kata Head of Marketing Communication Sound Rhythm Ahmad Satrio dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Menurut Satrio, Aston Villa melihat langsung bagaimana besarnya dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia kepada tim nasional saat berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 hingga putaran keempat.
Atmosfer yang tercipta di stadion maupun di media sosial membuat klub asal Birmingham tersebut menyadari bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar sepak bola terbesar di kawasan Asia.
"Dan mereka melihat, 'Oh, ternyata Premier League fans di Indonesia sangat besar," tambah dia.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Aston Villa dijadwalkan menghadapi Indonesia All Stars pada 1 Agustus 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Namun, kehadiran The Villans tidak hanya sebatas menjalani pertandingan pramusim. Klub tersebut juga akan menggelar berbagai aktivitas yang memungkinkan para penggemar berinteraksi lebih dekat dengan tim.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah kesempatan bagi penggemar untuk melihat secara langsung trofi Liga Europa yang berhasil diraih Aston Villa setelah mengalahkan Freiburg dengan skor 3-0 di Stadion Besiktas, Turki.
Tak hanya berburu dukungan suporter, Aston Villa juga disebut tertarik memantau perkembangan talenta sepak bola Indonesia. Dalam kunjungan ini, klub akan membawa tim pencari bakat atau scout untuk melihat potensi pemain-pemain muda Tanah Air.
"Dan melihat juga talent-talent pemain Indonesia, yang mana nanti akan ada scout-nya juga datang. Pemain-pemain itu sebenarnya sudah layak untuk main di Eropa," jelas dia.
Menurut Satrio, kualitas sejumlah pemain Indonesia saat ini dinilai sudah cukup kompetitif untuk menembus sepak bola Eropa. Karena itu, kehadiran tim pencari bakat Aston Villa bisa menjadi peluang bagi pemain lokal untuk masuk radar klub-klub luar negeri.
"Di situ, mereka kayak, 'Wah, kita harus mengambil beberapa pemain atau mungkin put some people on their watch list'. Jadi bener-bener, market yang bisa untuk di-grab untuk penonton juga, dan juga untuk pemain sudah sangat capable untuk main di Eropa," lanjut dia.
Sebelum tiba di Indonesia, Aston Villa akan lebih dulu menjalani rangkaian pramusim di Inggris dengan menghadapi Walsall pada 22 Juli dan Real Sociedad pada 28 Juli.
Setelah laga melawan Indonesia All Stars, Aston Villa akan melanjutkan tur Asia dengan menghadapi BG Pathum United di Thailand pada 4 Agustus. Tur tersebut kemudian ditutup dengan pertandingan melawan Bayern Muenchen di Hong Kong pada 7 Agustus.
Usai menjalani tur pramusim, Villa langsung dihadapkan pada laga besar melawan juara Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG), dalam ajang Piala Super Eropa pada 13 Agustus di Red Bull Arena.
Klub asal Birmingham itu kemudian menutup agenda pramusim dengan menghadapi Borussia Moenchengladbach yang diperkuat pemain timnas Indonesia Kevin Diks pada 15 Agustus.
Sementara itu, perjalanan Aston Villa di Liga Inggris musim 2026/2027 akan dimulai dengan laga tandang melawan Brighton & Hove Albion di Stadion AMEX pada 23 Agustus.
Baca juga: Aston Villa Akan Menghadapi Indonesia All Stars di GBK pada 1 Agustus
Baca juga: Persija Resmi Gandeng Adidas Sebagai Aparel untuk Lima Tahun ke Depan
Sumber: ANTARA