Pelatnas Jangka Panjang Jadi Kunci Lahirkan Juara Dunia Angkat Besi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Rosan Perkasa Roeslani menyatakan pemusatan latihan jangka panjang berdukungan anggaran pemerintah menjadi kunci melahirkan atlet-atlet juara dunia.

"Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan," kata Rosan dalam keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Senin.

Dukungan anggaran pelatnas jangka panjang tersebut telah dipastikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir setelah bertemu dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Jumat (19/6).

Rosan menyambut gembira kebijakan tersebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk memastikan penyiapan atlet-atlet berprestasi di level dunia terus berjalan.

Menurut dia, langkah itu sejalan dengan sistem pembinaan PB PABSI sejak 2015, yakni pelatnas jangka panjang berkesinambungan melalui sistem pelatnas terpusat tanpa pemulangan atlet. Sistem ini mencakup pembinaan atlet secara menyeluruh, mulai dari level muda, junior, hingga senior.

Ia mengatakan bahwa sejak berusia 14-15 tahun, atlet-atlet harus sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek latihan, gizi, pembinaan mental, dan dukungan sport science secara berkelanjutan.

Pendekatan itu telah menunjukkan hasil nyata dari berbagai capaian internasional, antara lain medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, rekor dunia, dan Asian Games.

Rosan mengatakan adanya dukungan kebijakan yang tepat, pembinaan berkelanjutan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia berpeluang besar meningkatkan prestasi olahraga dan melahirkan banyak juara dunia.

Dia mendukung gagasan pengembangan Akademi Olahraga sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan atlet sejak tingkat sekolah dasar.

Menurutnya, semakin dini potensi atlet ditemukan dan dibina, semakin besar peluang Indonesia melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di tingkat SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

"Indonesia memiliki talenta yang luar biasa. Tantangannya adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang tepat, berkelanjutan, dan terukur sejak awal," katanya.

Rosan menilai perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan olahraga disabilitas juga merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka