Jakarta (KABARIN) - Bogor Hornbills mencatatkan malam bersejarah di final Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Tim asal Kota Hujan itu sukses membungkam Pelita Jaya Jakarta dengan skor telak 83-63 pada gim kedua final yang berlangsung di GMSB, Jakarta, Minggu (21/6).
Kemenangan ini bukan sekadar menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam seri final berformat best-of-five. Lebih dari itu, Hornbills akhirnya berhasil mematahkan dominasi Pelita Jaya yang selama beberapa tahun terakhir menjadi momok bagi mereka.
Power forward Bogor Hornbills, Travin Thibodeaux, mengaku kemenangan tersebut menjadi ajang balas dendam setelah timnya kalah tipis pada pertandingan pertama.
"Sebenarnya ini adalah pembalasan dari laga pertama pada Jumat (19/6)," kata Travin Thibodeaux di Jakarta, Senin.
Pada gim pertama, Hornbills sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya menyerah dengan skor 87-90. Namun pada pertandingan kedua, mereka tampil jauh lebih konsisten dan agresif sejak kuarter pertama hingga laga berakhir.
Menurut Thibodeaux, perbedaan terbesar dibandingkan laga sebelumnya adalah kemampuan tim menjaga performa sepanjang pertandingan.
"Pada laga pertama kami juga sudah bermain bagus, tetapi tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik, jadi bedanya dibandingkan laga kedua, kami bermain bagus dari awal sampai akhir," ujar Thibodeaux yang merupakan MVP League IBL 2026.
Pemain asal Amerika Serikat itu menambahkan bahwa seluruh pemain tetap fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan sehingga mampu meraih kemenangan penting tersebut.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri catatan buruk Hornbills saat berhadapan dengan Pelita Jaya. Sebelum laga tersebut, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari 11 pertemuan sejak 2022 dan menelan 10 kekalahan dari tim Jakarta tersebut.
Tak hanya itu, Hornbills juga menciptakan rekor baru di panggung final IBL. Mereka menjadi tim kedua setelah Satria Muda yang mampu memenangkan pertandingan final dengan selisih 20 poin.
Sebelumnya, Satria Muda pernah mencatatkan kemenangan dengan margin serupa pada final IBL 2017 dan 2021. Menariknya, tim yang menjadi korban saat itu juga sama, yakni Pelita Jaya Jakarta.
Di lapangan, Travin Thibodeaux tampil sebagai bintang utama kemenangan Hornbills. Pemain yang menyabet gelar MVP musim ini itu mencetak 36 poin dan menjadi mesin poin utama timnya.
Kontribusi besar juga datang dari Stephaun Branch yang membukukan 20 poin, enam rebound, tujuh assist, dan lima steal. Sementara Kaleb Wesson mencatatkan double-double dengan torehan 16 poin dan 13 rebound.
Di kubu Pelita Jaya, Agassi Yeshe Goantara menjadi pencetak poin terbanyak dengan 15 angka. Perrin Buford turut menyumbangkan 13 poin, namun belum cukup untuk menghindarkan timnya dari kekalahan telak.
Persaingan final IBL 2026 kini semakin panas setelah kedudukan menjadi imbang 1-1. Dua pertandingan berikutnya akan digelar di markas Bogor Hornbills, yakni GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 24 dan 26 Juni.
Bermain di depan pendukung sendiri tentu menjadi keuntungan bagi Hornbills yang sedang berada dalam momentum positif. Di sisi lain, Pelita Jaya harus segera bangkit jika tidak ingin kehilangan peluang mempertahankan dominasi mereka di kompetisi basket tertinggi Indonesia.
Jika hingga gim keempat kedua tim masih sama kuat dengan skor 2-2, pertandingan penentuan akan kembali digelar di GMSB Jakarta pada 28 Juni mendatang.
Sumber: ANTARA