Jakarta (KABARIN) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat cakupan vaksinasi rabies, terutama pada hewan penular seperti anjing di wilayah endemis, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Bali.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Selasa, bahwa pencegahan rabies paling efektif adalah dengan melakukan vaksinasi pada hewan, khususnya anjing sebagai sumber penular utama.
“Vaksin untuk anjing itu biayanya sekitar Rp50 ribu, sementara vaksin untuk manusia Rp650 ribu, jadi 12 kali lipat lebih mahal. Kalau sudah digigit parah, bisa hampir 100 kali lipat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa harga serum antirabies (SAR) dapat mencapai sekitar Rp7,7 juta, sehingga pencegahan pada hewan jauh lebih efisien dibanding penanganan pada manusia setelah terpapar.
Menurutnya, pendekatan One Health yang melibatkan Kemenkes dan Kementerian Pertanian menjadi penting dalam pengendalian rabies. Jika hewan tidak divaksin, penanganan pada manusia akan menjadi lebih terlambat dan lebih mahal.
Budi menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan vaksin antirabies (VAR) dan serum antirabies (SAR) di daerah dengan kasus tinggi. Vaksin berfungsi merangsang pembentukan antibodi, sedangkan serum diberikan sebagai antibodi tambahan pada kondisi tertentu.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sekitar 91.221 kasus gigitan hewan penular rabies. Dari jumlah tersebut, 79,8 persen mendapat vaksin VAR, sementara 0,8 persen mendapat SAR.
Ia memastikan ketersediaan vaksin dan serum masih dalam kondisi aman, meski pelaksanaan vaksinasi pada hewan terkendala koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah.
“Di seluruh dunia, intervensi yang disarankan adalah vaksinasi anjing. Kita perlu koordinasi karena ini juga menjadi tugas Kementerian Pertanian,” katanya.
Kemenkes berencana memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah melalui uji coba di beberapa kabupaten/kota terlebih dahulu.
Jika berhasil, koordinasi akan diperluas dengan Kementerian Dalam Negeri agar pelaksanaan vaksinasi rabies pada hewan dapat lebih efektif dan terintegrasi antara dinas kesehatan dan dinas pertanian daerah.
Sumber: ANTARA