Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat kembali meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Kali ini, Meta menjadi sorotan setelah diminta menyerahkan model AI miliknya untuk menjalani evaluasi keamanan oleh pemerintah.
Dilansir dari Engadget pada Rabu (24/6) waktu setempat, Meta saat ini menjadi satu-satunya perusahaan teknologi besar yang belum secara sukarela menyerahkan model AI mereka untuk ditinjau pemerintah.
Melalui proses evaluasi tersebut, pemerintah AS ingin mengukur kemampuan model AI sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi risiko dan kerentanan yang mungkin muncul sebelum teknologi itu digunakan secara lebih luas.
Sejumlah perusahaan AI lain diketahui telah lebih dulu bekerja sama dengan pemerintah. OpenAI dan Anthropic, misalnya, sudah menjalani pengujian terhadap model-model AI yang belum dirilis ke publik.
Tak hanya itu, Google, xAI, dan Microsoft juga telah memberikan akses kepada Center for AI Standards and Innovation untuk meninjau model AI terbaru mereka. Lembaga yang dibentuk pada era pemerintahan Presiden Joe Biden tersebut kini dipimpin oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Meta Francis Brennan mengatakan perusahaan memiliki visi yang sama dengan pemerintah dalam mengembangkan AI yang aman dan dapat diandalkan.
"Kami memiliki tujuan yang sama dengan pemerintahan Trump (Presiden Donald Trump) untuk memajukan kepemimpinan Amerika Serikat dalam pengembangan AI terdepan yang kuat dan aman. Saat ini kami masih membahas detail kerja samanya dan berharap dapat segera menandatangani kesepakatan tersebut," ujar Brennan.
Meta sendiri diketahui meluncurkan model AI terbarunya, Muse Spark, pada April lalu. Model ini hadir dengan dua mode operasi, yaitu "Instant" dan "Thinking". Khusus mode Thinking, sistem dapat melakukan proses penalaran yang lebih mendalam sebelum memberikan respons kepada pengguna.
Laporan tersebut juga menyebut pemerintah AS telah beberapa kali mengirimkan permintaan resmi kepada Meta melalui surat elektronik agar model AI perusahaan itu dapat ditinjau.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan yang diteken Presiden Donald Trump pada 2 Juni lalu. Melalui perintah eksekutif tersebut, pemerintah federal diminta menyusun kerangka evaluasi teknologi AI sebelum sebuah model dirilis ke publik.
Regulator diberikan tenggat waktu hingga akhir Juli untuk merampungkan mekanisme peninjauan. Nantinya, model AI yang akan diluncurkan harus menjalani evaluasi hingga 30 hari sebelum memperoleh izin untuk digunakan publik.
Meningkatnya pengawasan ini menunjukkan bahwa pemerintah AS semakin waspada terhadap perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat di tingkat global.
Salah satu contohnya terjadi pada pertengahan Juni lalu ketika pemerintah AS memerintahkan Anthropic menutup akses model AI Mythos 5 dan Fable 5 bagi seluruh warga negara asing dengan alasan keamanan nasional.
Anthropic kemudian memblokir akses kedua model tersebut guna memastikan kepatuhan terhadap arahan pemerintah.
Sebagai informasi, Mythos merupakan model AI keamanan siber paling canggih milik Anthropic yang hanya tersedia bagi mitra tertentu. Sementara itu, Fable 5 dirancang untuk menghadirkan sebagian kemampuan Mythos kepada kelompok pengguna yang lebih luas.
Sumber: Engadget