Jannik Sinner Bangkit dari Tekanan untuk Awali Misi Pertahankan Gelar Wimbledon

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Petenis Italia Jannik Sinner mengawali upaya mempertahankan gelar Wimbledon dengan kemenangan dramatis setelah bangkit dari awal yang kurang meyakinkan untuk menundukkan Miomir Kecmanović pada babak pertama, Senin.

Dalam pertandingan yang menjadi penampilan pertamanya sejak tersingkir mengejutkan pada babak kedua French Open 2026, Sinner menang 4-6, 6-3, 6-7(6), 6-2, 6-3 setelah bertarung selama tiga jam 30 menit di All England Club, London.

"Merupakan kehormatan besar untuk memulai turnamen ini. Awalnya saya sedikit tegang. Saya tidak bermain dengan performa terbaik, tetapi saya berusaha untuk menyesuaikan diri," kata Sinner, seperti dikutip ATP.

"Ini adalah pertandingan resmi pertama saya di lapangan rumput. Saya senang bisa membalikkan keadaan."

Meski melakukan 52 kesalahan sendiri (unforced errors), petenis peringkat satu dunia itu mampu keluar dari tekanan dan membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal.

Kecmanovic memberikan perlawanan sengit, terutama pada set ketiga. Dalam tie-break, petenis Serbia itu memaksa Sinner berlari ke berbagai sisi lapangan sebelum akhirnya maju ke depan net, membuat lawannya terjatuh dan memancing sorakan penonton di Centre Court.

Sinner juga sempat terpeleset pada gim kelima set ketiga saat kedudukan 2-2. Lututnya sempat menekuk ke dalam ketika terjatuh, namun petenis berusia 24 tahun itu memilih melanjutkan pertandingan tanpa meminta medical timeout.

Memasuki dua set terakhir, Sinner tampil lebih tenang dan mampu mengurangi jumlah kesalahan sendiri sehingga berhasil menguasai jalannya laga hingga memastikan kemenangan.

Lolos dari ujian berat di babak pertama, yang turut disaksikan David Beckham dari Royal Box, Sinner akan menghadapi Nuno Borges dari Portugal pada babak kedua.

Kemenangan tersebut juga membuat Sinner mengoleksi 94 kemenangan di turnamen Grand Slam, menyamai rekor petenis Italia Nicola Pietrangeli sebagai pemain Italia dengan kemenangan terbanyak di ajang major.

Sinner pun berhasil menghindari nasib menjadi juara bertahan ketiga di sektor tunggal putra yang tersingkir pada babak pertama Wimbledon.

Kemenangan itu sekaligus mengingatkan pada perjalanan juara bertahan tahun lalu, ketika Carlos Alcaraz harus melalui laga lima set melawan Fabio Fognini pada laga pembuka sebelum akhirnya melaju hingga final, tempat ia dikalahkan oleh Sinner.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka