Apple Selidiki Kebocoran Dokumen Rahasia iPhone 18 Pro Dari Mitra Tata Electronics

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Apple dilaporkan tengah menyelidiki kebocoran data yang menimpa Tata Electronics, salah satu mitra manufakturnya di India, setelah dokumen rahasia terkait iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max beredar di dunia maya.

Dilansir dari MacRumors pada Senin (29/6) waktu setempat, Apple mengkhawatirkan dampak dari serangan siber yang menargetkan Tata Electronics. Dalam insiden tersebut, peretas disebut berhasil mencuri dokumen internal Apple yang kemudian disebarluaskan melalui dark web.

Dokumen yang bocor berisi informasi mengenai daftar pemasok, komponen, serta gambar iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang belum diperkenalkan secara resmi. Berkas tersebut juga memuat desain komponen serta spesifikasi teknis perangkat.

Laporan menyebut sedikitnya enam dokumen mengungkap ratusan komponen iPhone 18 Pro, termasuk detail chip pada papan sirkuit utama, komponen baterai, hingga modul kamera.

Dokumen-dokumen itu diberi label "confidential" atau "rahasia" serta mencantumkan nama kode internal Apple untuk lini iPhone 18 Pro. Sejumlah gambar yang bocor juga memperlihatkan perangkat saat menjalani uji ketahanan terhadap benturan.

Foto-foto tersebut menampilkan ponsel berwarna abu-abu dengan desain berbentuk batang, tiga kamera belakang, dan logo Apple di bagian belakang.

Selain mengungkap informasi perangkat, kebocoran itu juga memperlihatkan hubungan antara pemasok dengan berbagai komponen iPhone, informasi yang selama ini tidak dipublikasikan Apple.

Tata Electronics merupakan salah satu pemasok komponen sekaligus perakit iPhone di India. Perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam strategi Apple untuk mendiversifikasi rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan produksi dari China.

Pekan lalu, Tata Electronics mengonfirmasi menjadi korban serangan siber setelah kelompok peretas World Leaks membagikan lebih dari 200.000 berkas yang berisi informasi terkait Apple dan Tesla.

Laporan tersebut menyebut berkas hasil pencurian telah beredar di dark web sejak 10 Juni 2026.

Sebagai langkah penanganan, Tata Electronics membatasi akses internal ke sejumlah sistem sensitif dan menunjuk konsultan global untuk melakukan audit forensik guna menyelidiki insiden tersebut.

Kebocoran data ini dinilai berpotensi memengaruhi hubungan bisnis Apple dan Tata Electronics. Saat ini, Apple masih melakukan investigasi sembari bekerja sama dengan Tata Electronics untuk memperkuat sistem keamanan siber dalam jangka panjang.

Sumber: Macrumors

Bagikan

Mungkin Kamu Suka