Kenapa Timnas Belanda Identik dengan Warna Oranye? Ini Sejarahnya

waktu baca 5 menit

Jakarta (KABARIN) - Langkah Timnas Belanda di Piala Dunia 2026 harus terhenti secara dramatis setelah kalah dari Maroko lewat drama adu penalti dengan skor 2-3 pada babak 32 besar. Pertandingan masih berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan.

Sejak awal De Oranje mencoba mengendalikan permainan melalui duet Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong, sedangkan Maroko tampil disiplin dengan pressing ketat dan duel fisik agresif.

Di balik hasil mengejutkan tersebut, ada satu hal yang selalu melekat pada Belanda dari dulu hingga sekarang, yakni jersey berwarna oranye yang begitu ikonik. Menariknya, banyak penggemar sepak bola yang masih bertanya-tanya, mengapa Timnas Belanda memakai warna oranye, padahal bendera negaranya justru berwarna merah, putih, dan biru?

Kalau diperhatikan, mayoritas tim nasional menggunakan warna jersey yang mengikuti identitas bendera negaranya. Inggris identik dengan putih, Spanyol memakai merah, bahkan Indonesia menggunakan kombinasi warna merah dan putih.

Namun, Belanda menjadi pengecualian. Warna oranye sama sekali tidak muncul pada bendera nasional mereka, tetapi justru menjadi identitas yang paling melekat dengan negara tersebut, terutama dalam dunia olahraga.

Alasan di balik penggunaan warna oranye ternyata berkaitan erat dengan sejarah panjang Belanda dan keluarga kerajaan mereka.

Warna oranye berasal dari penghormatan kepada House of Orange-Nassau atau Wangsa Orange-Nassau, keluarga kerajaan yang hingga kini masih memimpin Belanda. Akar sejarahnya bisa ditelusuri kepada William of Orange (Willem van Oranje), tokoh yang memimpin perjuangan kemerdekaan Belanda melawan Kekaisaran Spanyol pada abad ke-16.

William memperoleh gelar Pangeran Orange setelah mewarisi Kepangeranan Orange (Principality of Orange) di wilayah Prancis Selatan pada tahun 1544. Dari sinilah nama "Orange" mulai memiliki makna yang sangat penting bagi bangsa Belanda.

Seiring perjalanan sejarah, warna oranye kemudian berkembang menjadi simbol nasional yang melambangkan persatuan, kebanggaan, dan semangat rakyat Belanda. Itulah sebabnya warna tersebut digunakan secara luas dalam berbagai perayaan nasional hingga dunia olahraga.

Fakta menarik lainnya, Belanda sebenarnya pernah memiliki bendera yang mengandung warna oranye. Bendera pertama yang dikenal sebagai Prinsenvlag atau Bendera Pangeran memiliki kombinasi oranye, putih, dan biru.

Namun, warna oranye pada masa itu dibuat menggunakan pewarna yang kualitasnya belum stabil sehingga mudah memudar menjadi kekuningan atau gelap. Kondisi tersebut membuat bendera sulit dikenali, terutama oleh para pelaut ketika berada di lautan.

Karena alasan praktis itulah, warna oranye akhirnya diganti dengan merah. Sejak saat itu lahirlah bendera Belanda yang kita kenal sekarang, yakni merah, putih, dan biru.

Meski warna oranye tidak lagi digunakan pada bendera nasional, statusnya sebagai warna kebesaran bangsa Belanda tidak pernah hilang. Justru sebaliknya, oranye semakin kuat menjadi simbol identitas nasional.

Dalam dunia sepak bola, Timnas Belanda sudah mengenakan jersey oranye sejak tampil di Piala Dunia 1934 di Italia. Saat itu mereka memakai atasan oranye yang dipadukan dengan celana putih serta kaus kaki biru muda.

Sejak edisi tersebut, warna oranye hampir tidak pernah tergantikan sebagai seragam kandang Belanda. Memang ada sedikit perubahan desain dari masa ke masa, mulai dari motif, corak, hingga warna celana dan kaus kaki. Namun, warna utama pada jersey tetap dipertahankan.

Sementara itu, untuk seragam tandang, Belanda biasanya menggunakan kombinasi warna yang diambil dari bendera nasional mereka, seperti biru tua, putih, atau merah.

Karena warna oranye sudah begitu melekat, Timnas Belanda pun memiliki julukan yang sangat terkenal, yakni De Oranje. Julukan tersebut secara harfiah berarti "Sang Oranye" dan sudah menjadi identitas yang dikenal penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di lapangan. Saat Belanda berlaga di turnamen besar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa, para pendukung mereka hampir selalu memenuhi stadion dengan pakaian, syal, topi, hingga aksesori berwarna oranye. Pemandangan tersebut sering disebut sebagai "lautan oranye" atau Orange Army karena ribuan suporter tampil kompak mengenakan warna kebanggaan negaranya.

Budaya memakai pakaian oranye juga terlihat dalam berbagai perayaan nasional. Setiap Hari Raja (King's Day) yang diperingati setiap 27 April, hampir seluruh kota di Belanda berubah menjadi lautan oranye. Rumah-rumah memasang bendera nasional lengkap dengan panji berwarna oranye di bagian atasnya, sementara masyarakat mengenakan pakaian oranye sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga kerajaan.

Tak hanya sepak bola, berbagai tim nasional Belanda di cabang olahraga lain seperti hoki, rugby, bola tangan, hingga olahraga Olimpiade juga menjadikan warna oranye sebagai identitas utama mereka.

Fenomena ini sebenarnya juga lazim terjadi di dunia sepak bola internasional. Banyak tim nasional memiliki warna khas yang kemudian berkembang menjadi identitas sekaligus julukan. Spanyol dikenal dengan La Roja atau "Si Merah", Uruguay dijuluki La Celeste karena warna biru langit pada jerseynya, sedangkan Swedia memiliki julukan Blågult yang berarti "Biru-Kuning".

Belanda pun mempunyai identitas yang sama kuat melalui warna oranye. Meski tidak berasal dari warna bendera nasionalnya, oranye telah menjadi simbol sejarah, kerajaan, persatuan, dan kebanggaan bangsa Belanda selama berabad-abad.

Jadi, jika suatu hari melihat Timnas Belanda tampil dengan jersey oranye terang di lapangan, ketahuilah bahwa warna tersebut bukan sekadar pilihan desain. Di baliknya tersimpan sejarah panjang yang menghubungkan perjuangan kemerdekaan, keluarga kerajaan Orange-Nassau, hingga identitas nasional yang masih dijaga dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat Belanda sampai sekarang.

Baca juga: Maroko Berhasil Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti

Sumber: dutchamsterdam

Bagikan

Mungkin Kamu Suka