Apple Cari Pasokan Chip Memori dari China di Tengah Ancaman Kelangkaan DRAM

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Apple dikabarkan sedang berupaya mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat agar bisa membeli chip memori dari perusahaan asal China, ChangXin Memory Technologies atau CXMT. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan pasokan komponen dan lonjakan harga memori yang masih membayangi industri teknologi.

Laporan Gizmochina pada Selasa (30/6) waktu setempat menyebut keputusan tersebut muncul setelah Samsung menaikkan harga chip RAM hingga 100 persen pada awal tahun ini. Apple disebut menerima kenaikan harga tersebut tanpa melakukan negosiasi.

Analis TF International Securities Ming-Chi Kuo mengatakan industri teknologi saat ini tidak hanya menghadapi kenaikan harga memori, tetapi juga ancaman kelangkaan pasokan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2027.

Menurut Kuo, keterbatasan pasokan tersebut berpotensi mengganggu produksi berbagai perangkat elektronik dalam beberapa tahun ke depan.

Karena itu, Apple disebut mendorong agar CXMT tidak dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dibatasi pemerintah AS. Jika disetujui, perusahaan asal Cupertino itu dapat mempertimbangkan penggunaan chip DRAM buatan CXMT sebagai salah satu sumber pasokan.

CXMT sendiri merupakan produsen chip DRAM terbesar di China. Namun perusahaan tersebut berada dalam pengawasan pemerintah AS karena diduga memiliki hubungan dengan militer China, sehingga kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Amerika menjadi lebih rumit.

Di sisi lain, Apple dinilai perlu mencari alternatif pemasok karena kebutuhan chip memori terus meningkat, sementara pasokan untuk perangkat konsumen semakin terbatas.

Kuo memperkirakan sekitar 15 hingga 20 persen kapasitas produksi memori yang sebelumnya diperuntukkan bagi perangkat elektronik konsumen pada 2026 akan dialihkan untuk kebutuhan pusat data dan infrastruktur kecerdasan artifisial atau AI pada 2027.

Perubahan alokasi produksi itu diperkirakan akan mengurangi ketersediaan memori LPDDR yang banyak digunakan pada ponsel pintar dan perangkat mobile lainnya.

Dampaknya, pesanan Apple untuk chip A20 yang diproyeksikan digunakan pada perangkat generasi berikutnya berpotensi berkurang sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan rencana awal pada periode akhir 2026 hingga awal 2027.

Tekanan terhadap pasokan juga telah memicu kenaikan harga chip DRAM dan NAND dalam beberapa bulan terakhir. CEO Apple Tim Cook sebelumnya juga mengakui biaya komponen memori mengalami kenaikan yang cukup besar.

Meski begitu, Kuo menilai kerja sama dengan CXMT belum tentu langsung mengatasi persoalan pasokan maupun menekan biaya produksi secara signifikan. Pasalnya, kapasitas produksi perusahaan tersebut masih relatif terbatas.

Namun, langkah itu dinilai dapat memperkuat strategi diversifikasi rantai pasok Apple sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemasok tertentu, terutama ketika perangkat berbasis AI membutuhkan kapasitas memori yang semakin besar.

Sampai saat ini belum ada kepastian apakah pemerintah Amerika Serikat akan memberikan izin kepada Apple untuk menjalin kerja sama dengan CXMT.

Sumber: Gizmochina

Bagikan

Mungkin Kamu Suka