Jakarta (KABARIN) - Presiden Belarus Alexander Lukashenko menilai alih teknologi menjadi aspek yang lebih penting daripada sekadar peningkatan perdagangan dalam penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belarus.
"Setelah kunjungan ini, perdagangan antara kedua negara akan semakin berkembang. Namun, yang paling penting bukan sekadar perdagangan, melainkan alih teknologi," kata Lukashenko dalam pernyataan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Menurut dia, diversifikasi perdagangan penting agar suatu negara tidak bergantung pada satu atau dua mitra dagang. Di sisi lain, alih teknologi akan memperkuat kemampuan Indonesia untuk memproduksi berbagai kebutuhan secara mandiri.
Lukashenko mengatakan Belarus siap mendukung upaya diversifikasi perdagangan Indonesia sekaligus memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.
Ia juga menyinggung hubungan baik kedua negara yang telah terjalin sejak era Uni Soviet dan menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Lukashenko, Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 yang diluncurkan pada Kamis menjadi landasan bagi pengembangan hubungan bilateral kedua negara dalam lima tahun ke depan.
Baca juga: Indonesia dan Belarus Sepakat Kerja Sama di Bidang Kebudayaan
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan peta jalan tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk membangun kerja sama yang terarah, konkret, dan saling menguntungkan.
Prabowo menyebut sejumlah sektor yang menjadi fokus kerja sama, antara lain pertanian, industri, perdagangan, pengembangan teknologi, pelatihan vokasi, dan sosial budaya.
"Di bidang industri, kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan 'joint venture' (usaha patungan) antara pelaku usaha kedua negara, khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri," kata Prabowo.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai perdagangan nonmigas Indonesia dan Belarus pada 2025 mencapai sekitar 221,3 juta dolar AS, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai ekspor Indonesia ke Belarus tercatat 79,6 juta dolar AS, dengan komoditas utama antara lain komponen elektronik, produk kelapa sawit, hasil perikanan olahan, tekstil, serta kopi, kakao, dan teh.
Baca juga: Indonesia dan Belarus Tandatangani MoU Bidang Kesehatan hingga Teknologi
Baca juga: Prabowo Tegaskan Belarus Adalah Mitra Penting Indonesia di Eurasia
Sumber: ANTARA