Jakarta (KABARIN) - Kalau selama ini kamu kira buah yang rasanya manis pasti bikin gula darah cepat naik, ternyata anggapan itu tidak selalu benar. Salah satunya adalah buah ceri yang justru dinilai aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bagi orang dengan pra-diabetes maupun diabetes.
Ahli gizi Brittany Poulson, M.D.A., RDN, CDCES mengatakan bahwa ceri termasuk buah dengan indeks glikemik (IG) rendah. Artinya, buah ini tidak memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis setelah dikonsumsi.
"Banyak orang berasumsi bahwa buah-buahan yang rasanya manis akan menyebabkan lonjakan gula darah yang besar, tapi ceri sebenarnya dianggap sebagai buah dengan indeks glikemik rendah, sebagian berkat serat, kandungan air, dan senyawa tumbuhan alami yang terkandung di dalamnya," kata Poulson, seperti dikutip dari Eating Well, Minggu (4/7).
Pendapat serupa juga disampaikan ahli gizi olahraga Val Warner, M.S., RD, CSSD, CPT. Menurut dia, ceri memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah sebesar sumber karbohidrat lainnya.
"Anda mendapatkan semua rasa manis dan nutrisi tanpa fluktuasi gula darah yang drastis," ujarnya.
Dalam satu cangkir ceri utuh yang masih berbiji, terkandung sekitar 22 gram karbohidrat. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 18 gram gula alami dan 3 gram serat.
Tak hanya itu, buah berwarna merah cerah ini juga kaya akan antioksidan, seperti antosianin, polifenol, vitamin C, dan beta-karoten yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Kandungan ceri bisa bantu kontrol gula darah
Ahli gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN menjelaskan bahwa kandungan serat dan polifenol alami dalam ceri membantu memperlambat proses pencernaan serta penyerapan glukosa di dalam tubuh.
Dengan begitu, peningkatan kadar gula darah setelah makan dapat terjadi secara lebih bertahap.
Sementara itu, Warner mengatakan bahwa antosianin yang terkandung dalam ceri juga memiliki potensi memberikan manfaat tambahan.
"Menurut penelitian, antosianin dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, dua faktor kunci dalam pengaturan gula darah," katanya.
Tetap perhatikan porsinya
Meski memiliki manfaat bagi pengaturan gula darah, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi ceri tetap perlu dibatasi agar asupan karbohidrat tidak berlebihan.
"Batasi porsi antara setengah hingga satu cangkir untuk menjaga beban karbohidrat tetap rendah," kata Routhenstein.
Warner juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi ceri secara berlebihan.
"Lebih dari itu, beban gula mulai bertambah, bahkan dengan buah yang memiliki indeks glikemik rendah," katanya.
Selain memperhatikan jumlahnya, Routhenstein menyarankan untuk memilih ceri utuh, baik yang segar maupun beku, dibandingkan jus ceri atau konsentrat ceri kering.
Menurut dia, ceri utuh memberikan rasa kenyang lebih lama karena volumenya lebih banyak serta mengandung karbohidrat yang lebih rendah per porsi dibandingkan jus ceri.
Agar manfaatnya semakin optimal, para ahli juga menyarankan mengombinasikan ceri dengan sumber protein dan lemak sehat. Poulson merekomendasikan ceri dipadukan dengan yogurt saring gaya Yunani, keju, atau kacang-kacangan sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat ditekan dengan lebih baik.
Sumber: Eating Well