AS Klaim Hantam Lebih dari 80 Target Iran dalam Serangan Balasan

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Militer Amerika Serikat mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap Iran dengan menghantam lebih dari 80 sasaran sebagai respons atas dugaan serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi yang dilakukan pada Selasa malam (7/7) itu menargetkan sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, radar pantai, sistem rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz.

CENTCOM menyebut operasi tersebut merupakan balasan langsung atas serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Menurut militer AS, serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran yang dinilai mengancam keamanan perdagangan internasional di Selat Hormuz.

"Pasukan CENTCOM tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran jika perjanjian gencatan senjata tidak dipatuhi," demikian pernyataan mereka.

Di sisi lain, media pemerintah Iran pada Rabu pagi melaporkan adanya sejumlah ledakan di beberapa wilayah Iran bagian selatan.

Sebelumnya, Qatar memanggil wakil duta besar Iran di Doha untuk memprotes dugaan serangan terhadap kapal berbendera Qatar, Al Rekayyat, di dekat Selat Hormuz.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei membantah tuduhan tersebut dan menegaskan Iran tetap berkomitmen menjaga keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut Baghaei, kapal yang melintasi rute tanpa koordinasi dengan otoritas Iran berisiko mengganggu upaya Teheran dalam menjaga keamanan navigasi di kawasan tersebut.

Sementara itu, media pemerintah Iran IRIB melaporkan kapal tanker milik Qatar yang melintasi rute Oman dengan pengawalan Angkatan Laut AS menjadi sasaran setelah disebut mengabaikan sejumlah peringatan dari pasukan Iran.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka