Kuwait City (KABARIN) - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat. Kuwait melaporkan tiga pos perbatasan darat di wilayah utara diserang, sementara sebuah anjungan minyak lepas pantai juga menjadi target serangan pesawat tak berawak (drone) yang mengakibatkan seorang pekerja terluka.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X pada Minggu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyebutkan bahwa serangan drone juga menghantam anjungan minyak milik Kuwait Oil Company yang berada di perairan teritorial negara tersebut. Selain menimbulkan korban luka, serangan itu juga menyebabkan kerusakan material.
Hingga kini, pihak militer Kuwait belum mengungkap siapa dalang di balik serangan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi di kawasan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan putaran ketiga serangan terhadap sejumlah target di Iran. Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa negaranya telah melakukan serangan balasan dengan menyasar fasilitas militer AS yang berada di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Pada hari yang sama, Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority) Iran juga mengumumkan bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz untuk sementara tidak bisa dilakukan. Keputusan tersebut diambil dengan alasan adanya "pergerakan ilegal" armada militer Amerika Serikat di kawasan itu dalam beberapa waktu terakhir.
Perkembangan ini menjadi sorotan karena terjadi meski Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman perdamaian pada pertengahan Juni lalu. Situasi terbaru tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dan berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute distribusi energi paling penting di dunia.
Sumber: Xinhua