Brussels (KABARIN) - Uni Eropa (UE) mengumumkan paket bantuan internasional senilai hampir 900 juta euro atau sekitar 1 miliar dolar AS untuk mendukung pemulihan awal di Gaza, sekaligus menegaskan komitmennya mendukung Otoritas Palestina dan agenda reformasinya.
Komisioner UE untuk Mediterania Dubravka Suica menyampaikan pengumuman tersebut usai menghadiri pertemuan Kelompok Donor Palestina di Brussel, Senin (13/7).
Suica mengatakan inisiatif baru bertajuk Team Gaza telah menghimpun paket pemulihan awal senilai hampir 900 juta euro, termasuk usulan pendanaan sebesar 257 juta euro dari Komisi Eropa dan Bank Investasi Eropa.
Program tersebut melibatkan sejumlah negara Eropa, Jepang, Swiss, Kanada, Australia, Bank Dunia, serta berbagai mitra internasional lainnya.
Menurut Suica, dana tersebut akan difokuskan untuk memulihkan layanan dasar, membangun kembali infrastruktur penting, serta memperkuat tata kelola pemerintahan di Gaza.
Ia juga mengungkapkan bahwa UE telah mencapai kesepakatan dengan Israel untuk melanjutkan dua proyek pemulihan awal yang mencakup penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah padat.
Namun, Suica menegaskan keberhasilan implementasi program itu bergantung pada tercapainya gencatan senjata, tersedianya akses kemanusiaan yang aman, kerja sama antara Israel dan Otoritas Palestina, serta pelucutan senjata kelompok Hamas.
Selain itu, UE mendesak Israel segera mencairkan pendapatan pajak Palestina yang selama ini ditahan. Dana tersebut dinilai penting agar Otoritas Palestina dapat terus membayar gaji pegawai serta menyediakan layanan publik bagi masyarakat.
Sementara itu, Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengatakan pemerintah Palestina telah mencatat kemajuan dalam pelaksanaan agenda reformasi meski menghadapi tekanan politik dan keuangan yang semakin berat.
Mustafa juga menyerukan peningkatan dukungan internasional bagi proses pemulihan Gaza. Menurutnya, rekonstruksi hanya dapat berjalan optimal apabila situasi keamanan membaik, pasukan Israel ditarik dari Gaza, dan seluruh akses perbatasan kembali dibuka.
Sumber: Xinhua