News

Tragedi Malam Tahun Baru di Kherson: Serangan Drone Tewaskan Puluhan Warga Sipil

Moskow (KABARIN) - Malam pergantian tahun yang seharusnya dipenuhi tawa dan harapan berubah menjadi tragedi di wilayah Kherson. Saat warga berkumpul merayakan datangnya Tahun Baru 2026 di sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam, tiga pesawat nirawak (drone) menghantam lokasi tersebut dan menewaskan puluhan orang.

Gubernur Kherson yang ditunjuk Rusia, Vladimir Saldo, menyebut serangan terjadi tepat menjelang detik-detik pergantian tahun. Dalam keterangannya pada Kamis (1/1), ia mengatakan sedikitnya 24 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka, termasuk anak-anak.

“Malam ini, musuh melakukan serangan drone yang disengaja ke tempat warga sipil merayakan Tahun Baru,” ujar Saldo. Banyak korban dilaporkan terjebak dalam kobaran api, bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia akibat terbakar.

Api berhasil dipadamkan tak lama setelah serangan, namun tim medis masih bekerja keras mengevakuasi dan merawat para korban yang terluka. Suasana duka menyelimuti kawasan Khorly, lokasi kafe dan hotel yang menjadi sasaran serangan.

Wilayah Kherson sendiri secara de facto berada di bawah kendali Rusia, meski secara internasional masih diakui sebagai bagian dari Ukraina. Sejak September 2022, Rusia mengklaim Kherson sebagai bagian dari wilayahnya setelah penandatanganan dekrit aneksasi oleh Presiden Vladimir Putin.

Menanggapi tragedi tersebut, Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matvienko, menyerukan kecaman dari komunitas internasional. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan serangan terhadap warga sipil, terlebih di malam perayaan Tahun Baru.

“Militer Ukraina mengetahui adanya warga sipil, termasuk anak-anak, di lokasi tersebut, namun serangan tetap dilakukan,” katanya.

Hingga berita ini disampaikan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Ukraina terkait insiden tersebut.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: