Brussels (KABARIN) - Sejumlah orang tewas dan puluhan lainnya terluka di beberapa negara Eropa pada malam Tahun Baru 2026 akibat kebakaran, kecelakaan kembang api, dan insiden lain, kata pejabat setempat pada Kamis 1 Januari.
Insiden paling fatal terjadi di Swiss. Kebakaran di bar Constellation di Crans-Montana menewaskan sekitar 40 orang dan melukai 115 lainnya, banyak dalam kondisi serius.
Otoritas masih mengidentifikasi korban sekaligus menyelidiki penyebab kebakaran, dengan bantuan dari Italia, Prancis, dan Turki untuk menangani warga negara mereka yang terdampak.
Di Polandia, dua kebakaran rumah terpisah di Swinna Poreba dan Sarny Wielkie menewaskan seorang pria dan seorang perempuan. Sementara itu, kebakaran di loteng sebuah hotel di wilayah barat laut memaksa evakuasi 19 orang, menurut TVP World.
Kepolisian Polandia mencatat lebih dari 15.600 insiden di seluruh negeri pada malam pergantian tahun. Sebanyak 333 orang ditahan dan lebih dari 100 pengemudi ditangkap karena mabuk saat mengemudi.
Di Belanda, kecelakaan kembang api menewaskan dua orang, termasuk remaja 16 tahun di Nijmegen dan pria 38 tahun di Aalsmeer. Di Amsterdam, kebakaran besar melanda Gereja bersejarah Vondelkerk, menyebabkan runtuhnya menara, bagian tengah bangunan, dan sebagian atap. Untungnya tidak ada korban jiwa.
Di Jerman, dua orang tewas akibat insiden kembang api di Bielefeld dan puluhan lainnya terluka di berbagai wilayah. Polisi melaporkan serangan kembang api di beberapa kota termasuk Berlin dan Leipzig, yang berujung pada lebih dari 400 penangkapan.
Masih di Jerman, kebakaran bangunan bersejarah di Erfurt yang diduga dipicu roket Tahun Baru juga terjadi, namun tanpa korban jiwa meski api merambat ke dua rumah di sekitarnya.
Di Belgia, tiga polisi terluka dalam insiden kembang api dan pemeriksaan lalu lintas yang gagal di Brussels, menurut VRT. Kepolisian Brussels juga melaporkan sejumlah bus, trem, dan kendaraan lainnya rusak atau dibakar.
Di Ghent, 28 orang termasuk 18 anak di bawah umur ditangkap karena menyalakan kembang api dan melawan polisi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026