Moskow (KABARIN) - Iran mengecam keras pernyataan negara-negara G7 yang menyatakan siap menjatuhkan sanksi baru terkait gelombang protes di negaranya.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut langkah G7 sebagai campur tangan langsung dalam urusan domestik Teheran dan menilai sikap negara-negara itu palsu dan munafik.
"Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pernyataan negara-negara G7 yang merupakan bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Republik Islam Iran," kata Kemlu Iran.
Gelombang protes di Iran muncul sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran terhadap inflasi dan melemahnya nilai tukar rial. Protes semakin memanas sejak 8 Januari setelah seruan Reza Pahlavi, putra Shah Iran, dan diiringi pemblokiran internet di beberapa wilayah.
Di beberapa kota, aksi demonstrasi berujung bentrokan dengan polisi dengan laporan korban di kalangan aparat maupun pengunjuk rasa.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan siap mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara itu melanjutkan program rudal dan nuklir, sekaligus mengancam aksi militer jika pengunjuk rasa dibunuh. Trump juga menegaskan dukungannya kepada rakyat Iran bila diperlukan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026